Perjalanan ke Rusia (Bagian 1: Invasi Angkasa Review ke Pabrik Heli dan Pameran ARMY-2018)

ANGKASAREVIEW.COMРKesempatan untuk menginjakkan kaki di Negeri Beruang Merah, Rusia, datang manakala Russian Helicopters mengundang secara khusus Angkasa Review untuk melihat langsung pabrik helikopter ternama Rusia di bawah naungan Russian Helicopters (bagian dari korporasi milik negara, Rostec).

Selain itu, pada bulan ini tepatnya pada 21-26 Agustus 2018 bertempat di Taman Patriotik, Kubinka, Moscow Region juga akan diselenggarakan pameran dan forum teknikal militer internasional yang sangat besar bernama ARMY-2018. ARMY terkesan sebagai angkatan darat, namun sejatinya ini adalah pameran dan forum teknologi trimatra internasional di mana akan ditampilkan alutsista-alutsista andalan baik secara statik maupun dinamik.

Pameran keempat kalinya yang dilaksanakan sejak 2015 ini boleh dibilang sebagai jawaban Rusia atas dibatasi (ditolaknya) kehadiran mereka di ajang pameran udara (airshow) Paris Air Show (PAS) dan Farnborough International Airshow (FIA) karena Rusia dianggap telah melakukan aneksasi terhadap Krimea tahun 2014.

Itu masalah terkait politik dan faktanya sejak saat itu Rusia juga memang tidak memaksanakan diri untuk bisa hadir di PAS maupun FIA sebagai ajang terbesar pameran kedirgantaraan dunia. Sebagai gantinya, industri-industri militer Rusia kemudian mengalihkannya pada ajang tahunan ARMY.

Tahun 2018, ARMY yang dilaksanakan untuk keempat kalinya akan menjadi ajang bagi sejumlah alutsista debutan termasuk heli raksasa Mi-26T2V buatan Russian Helicopters dan juga Su-57, jet tempur generasi kelima Rusia dari Sukhoi yang baru akan berdinas secara penuh di AU Rusia tahun depan.

Dari matra darat, antara lain bakal ditampilkan juga tank termpur utama (MBT) terbaru AD Rusia T-14 Armata yang dijamin bakal menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung.

Vitaly Kuzmin
jet tempurUAC Russia

Tentang Russian Helicopters, perusahaan ini merupakan pemain terdepan di bidang industri pesawat sayap putar dengan produk-produk unggulannya baik heli sipil maupun militer. Russian Helicopters saat ini adalah satu-satunya industri desain, manufaktur, pembuatan komponen, layanan, perawatan, serta uji helikopter modern di Rusia.

Russian Helicopters berkantor pusat di Moskow dan didirikan pada 2007. Namun, akar sejarahnya telah dirintis sejak 70 tahun silam dengan puluhan ragam produknya.

Menurut data Russian Helicopters di tahun 2016, terdapat 8.000 unit helikopter buatan Rusia di dunia yang dioperasikan di lebih 100 negara. Russian Helicopters menguasai 90% pasar helikopter di Rusia dan 10% di pasar internasional.

Dari jumlah penguasaan pasar tersebut, Russian Helicopters berkontribusi pada 22% produksi helikopter di seluruh dunia, 32% di pasar helikopter tempur, dan 42% di pasar helikopter angkut kelas medium dan berat.

Di kelas helikopter angkut berat, Russian Helicopters memegang rekor sebagai penyuplai 49% heli angkut berbobot terbang maksimal (MTOW) 20 ton di seluruh dunia. Angka ini meningkat menjadi 65% apabila yang dihitung berdasarkan helikopter ber-MTOW 7-20 ton.

Di tahun 2016, Russian Helicopters berhasil memproduksi 189 unit helikopter dengan keuntungan bersih perusahaan mencapai 16,2 miliar rubel. Lalu pada 2017 perusahaan ini membukukan 396 pesanan pasti atas produksi helikopter-helikopternya.

army-2018Russian Helicopters

Produk-produk ternama Russian Helicopters dapat disebut di sini antara lain seperti Mi-8/17, Mi-26(T), Ka-32A11BC, Mi-38, Mi-28, Ka-62, RACHEL, Ka-226T, Mi-171A2, dan Mi-26T2. Deretan nama-nama ini tentu sudah tidak asing di teling kalangan kedirgantaraan.

Saat ini Russian Helicopters mengalami pertumbuhan pasar yang cukup pesat di India dan China, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Timur Tengah, dan Afrika.

Produk-produk ternama Russian Helicopters tak lepas dari peran dua desainer andal yaitu Mikhail Mil dan Nikolai Kamov. Di kantor desain dan pabrik Mil Moscow Helicopter Plant dan Kamov inilah lahir generasi-generasi penerus yang melanjutkan perjuangan kedua perintis industri helikopter Rusia itu.

Russian Helicopter memiliki lima fasilitas produksi yang menjadi kunci berputarnya roda perusahaan besar ini. Kelimanya adalah Kazan Helicopters Plant, Rostvertol, Ulan-Ude Aviation Plant, Progress Arenyev Aviation Company, dan Kumertau Aviation Production Enterprise.

Ke Kazan Helicopter Plant di Kota Kazan inilah kami antara lain akan diajak dalam kunjungan ini. Angkasa Review dan kantor berita Antara (antaranews.com), menjadi dua media berbasis website dari Indonesia yang diundang Russian Helicopters dalam kegiatan ini di samping para wartawan dari negara lainnya.

Apresiasi kami sampaikan kepada pihak Russian Helicopters, di antaranya Valeriy Shabashov dan Anastasia Shevchenko yang telah mendukung pengurusan segala kelengkapan keberangkatan kami termasuk pengurusan visa yang sangat cepat di Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.

RON

Perjalanan ke Kazan ditempuh dari Jakarta dengan tiga kali penerbangan, yaitu Jakarta (CGK) – Doha (DOH) selama 8 jam 45 menit menggunakan Boeing 787-8 Dreamliner Qatar Airways, lalu Doha (DOH) – Moscow Domodedevo (DME) menggunakan Airbus A330-200 Qatar Airways selama 5 jam 10 menit, serta Moscow (DME) – Kazan (KZN) menggunakan Embraer E-170 Siberia Airlines (S7) selama 1 jam 35 menit.

Penerbangan dari Jakarta pada Sabtu (18/8/2018) ke Kazan total memakan waktu 15,5 jam plus waktu transit di Doha (2,5 jam) dan di Moskow (2,5 jam) menjadi kurang lebih 20,5 jam. Terdapat perbedaan waktu antara Kazan dan Jakarta, empat jam lebih cepat di Jakarta.

Di Kazan kami akan menginap selama dua malam dan setelah itu kembali ke Moskow untuk mengikuti pameran ARMY-2018 di mana Russian Helicopters menjadi salah satu mitra umumnya. Kunjungan semacan ‘invasi’ kecil-kecilan ini tentu kami harapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak.

ARMY-2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Rusia, pada tahun ini akan menampilkan 1.200 eksibitor dari 14 negara dan diliput oleh 400 wartawan dari berbagai negara.

Bagaimana kunjungan pertama ke Kazan Helicopter Plant? Akan kami kabarkan di bagian berikutnya…

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *