Monster Metal Raksasa Laut Kaspia (Bagian 5 – Bebek Pelumat Kapal Perang)

ANGKASAREVIEW.COM – Sobat setia AR, pada tulisan sebelumnya telah diceritakan mengenai monster metal raksasa ekranoplan KM dan A-90 Orlyonok yang proyeknya dipimpin oleh Rostislav Alexeyev. Dengan terjadinya beberapa musibah menyebabkan program pengembangan KM dan produksi A-90 Orlyonok dihentikan pada pertengahan 1980-an.

MD-160 LUN

Namun demikian, tidak serta-merta proyek ekranoplan untuk militer Uni Soviet berhenti total. Masih banyak berharap akan teknologi WIG, Pemerintah Uni Soviet kembali memesan ekranoplan kelas baru yang dapat meluncurkan rudal jelajah antikapal yang diberi nama MD-160 Lun (Harrier). Ditunjuk sebagai perancang utama adalah V. Kirillovykh.

Bobotnya kosong mencapai 286 ton, lebih berat dibanding KM yang hanya 240 ton. Selain dimensinya tersebut yang membikin bulu kuduk merinding, lainnya adalah enam tabung peluncur rudal jelajah supersonik antikapal ZM-80 Moskit (SS-N-22 Sunburn) yang diusung di atas punggungnya membuat lawan akan bergidik menyaksikannya.

CKB

Berbeda dengan KM dan Orlyonok, Lun tidak memiliki start-up turbin yang terpisah. Mesin dorong propulsi lepas landas dan fase pelayaran (jelajah) digabungkan ke dalam satu paket yang menempel pada sayap kecil, terdiri dari 2 x 4 mesin turbofan Kuznetsov NK-87. Setiap mesin menghasilkan kekuatan dorong 127,4 kN.

SPESIFIKASI Lun

Awak: 15 orang. Panjang: 73,8 m. Rentang sayap: 44 m. Tinggi: 19,2 m. Luasan sayap: 550 m2. Berat kosong: 286 ton. Muatan: 100 ton. MTOW: 380 ton. Mesin: 8 x Kuznetsov NK-87 turbofan 127,4 kN. Kecepatan maks: 550 km/jam. Kecepatan jelajah: 450 km/jam di ketinggian 2,5 m. Jarak jangkau: 3.000 km. Ketinggian terbang: 7.500 m atau 5 m dalam mode WIG. Persenjataan: 2 x kanon kembar PI-23 kaliber 23mm, 6 rudal antikapal SS-N-22 Suburn.

Wahana ini mampu berlayar dengan kecepatan jelajah 450 km/jam di ketinggian 2,5 sampai 5 meter di atas hamparan air laut dalam mode terbang WIG. Pada penerbangan biasa ala pesawat terbang mencapai ketinggian 750 meter. Lun bisa membawa beban bawaan mencapai 100 ton dengan jarak jangkauan operasi mencapai 2.000 km.

CKB

Bila KM memiliki julukan sangar ‘Kaspian Monster’, maka untuk Lun NATO menamainya dengan panggilan yang menggelikan sebagai ‘Duck’ (bebek). Namun demikian, panggilan ini tak melunturkan kegaharan Lun yang bisa meluncurkan enam rudal jelajah Moskit (nyamuk) dari tabung dengan fixed-elevation dalam posisi terbang berlayar.

Sobat setia AR, Lun juga dilengkapi senjata perlindungan diri berupa dua pasang kanon PI-23 kaliber 23 mm pada turet bagian ekor dan turet yang berada di bawah tabung peluncur rudal paling depan. Perlengkapan elektronik andalannya adalah sistem pelacakan canggih yang dipasang di hidung dan ekor, selain itu terdapat radar antitabrakan dan jamming.

Ron

Meski terbilang sukses dalam pengembangannya, hanya sebuah Lun yang dibangun (selesai pengerjaannya). Lun Masuk layanan Armada Hitam Angkatan Laut Uni Soviet tahun 1987. Tak berkarier lama, Lun ‘semata wayang’ tersebut memasuki masa purnabakti akhir 1990-an.

Meski sebenarnya Angkatan Laut Uni Soviet akan mendapatkan sebanyak dua unit ekranoplan Lun-class, dengan bubarnya Uni Soviet pada Desember 1991, pembangunan unit ke-2 terbengkalai. Kini jasad sang ‘bebek raksasa’ yang telah purnabakti tersebut teronggok tidak terpakai di Stasiun Angkatan Laut di Kaspiysk.

RANGGA BASWARA SAWIYYA

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *