Cavalier Asal Pakistan Ekspor Perdana Rantis Interceptor 4X4 untuk Bahrain

ANGKASAREVIEW.COM – Untuk pertama kalinya perusahaan pertahanan Blitzkrieg Defense, anak perusahaan Cavalier Group asal Pakistan, yang bermitra bersama Heavy Industries Taxila (HIT) industri kendaraan militer negara, berhasil menembus pasar internasional lewat penjualan enam unit rantis ringan Interceptor 4×4.

Kontrak penandatanganan pembelian enam unit plus opsi 50 rantis untuk Garda Nasional Bahrain ini dilaksanakan pada 30 April 2018. Penandatanganan diwakili oleh Letjen Muhammad Naeem Ashraf, pimpinan HIT dan H.E Letjen Mohammed Bin Isa Al Khalifa yang juga saudara Raja Hamad Bin Isa Al Khalifa.

Jumlah pesanan tersebut memang tidak besar. Namun, sebagai pemain baru hasil penjualan ini membuat Cavalier makin percaya diri untuk menawarkan produknya di kawasan Timur Tengah dan negara-negara Afrika bagian utara.

Tercatat, Cavalier dan HIT baru menjalin kemitraan tahun 2015 untuk membangun industri militer bersama antara industri swasta dan BUMN Pakistan.

Pengadaan rantis untuk Garda Nasional Bahrain mulai dikompetisikan tahun lalu bersamaan dengan penyelenggaraan pameran pertahanan internasional BIDEC 2017 di Manama, Bahrain pada Oktober 2017. Cavalier berhasil menyingkirkan pesaingnya yang telah punya nama seperti Otokar dan FNSS asal Turki, NIMR dari Uni Emirat Arab, dan Cambil dari Kanada.

Blitzkrieg Defense
Blitzkrieg Defense

Interceptor 4×4 dibangun berdasar sasis pick-up Toyota Land Cruiser 79 bermesin diesel turbo kapasitas 4.200 cc yang diproduksi di Pakistan. Kendaraan ini dirancang untuk digunakan pasukan keamanan guna menghadapi kerusuhan atau unjuk rasa sipil.

Interceptor memiliki level perlindungan B6 untuk menghadapi senjata kaliber ringan dan dapat dimuati 4-8 personel pasukan pengaman.

Dalam pameran BIDEC 2017, Cavalier dan HIT juga menawarkan ranpur jenis MRAP Hamza 6×6  untuk militer Baharain. Hamza 6×6 dikembangkan dari Blitzkrieg Hamza 8×8 yang pertama kali diluncurkan dalam pameran pertahanan internasional IDEAS di Karachi, Pakistan pada Novemver 2016. Namun terhadap ranpur ini belum ada kesepakatan dari militer Bahrain untuk mengakuisisnya.

RANGGA BASWARA SAWIYYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *