USAF Keluhkan Penggunaan Laser Oleh China di Pangkalan Djibouti

ANGKASAREVIEW.COM – Angkatan Udara AS telah mengeluarkan peringatan kepada pilot-pilot militer mereka yang bertugas di Djibouti mengenai senjata laser milik China dari pangkalannya yang berada tak jauh dari pangkalan AS.

Pangkalan militer China di Djibouti ini merupakan pangkalan militer pertama di luar negeri Beijing, dan terletak hanya beberapa mil di sebelah utara Camp Lemonnier milik AS di Bandara Internasional Ambouli Djibouti.

Militer AS mengatakan pasukan China menggunakan laser bertenaga tinggi untuk mengganggu penerbangan AS di daerah itu.

Peringatan itu diteruskan oleh Federal Aviation Administration dengan mendesak para pilot untuk “menggunakan peringatan ekstrem ketika transit di dekat” pangkalan China jika ada aktivitas laser di sekitarnya.

Camp Lemonnier adalah satu-satunya pangkalan milik AS yang berstatus permanen di Afrika dan merupakan rumah bagi sekitar 4.000 tentara. Dibuka pada tahun 2001, pangkalan tersebut menjadi titik kendali vital bagi operasi kontraterorisme AS.

Pengamat militer China mengatakan, penggunaan laser itu mungkin merupakan usaha untuk menakut-nakuti burung di dekat lapangan terbang atau mengganggu pesawat mata-mata yang terbang di atas.

Pangkalan Djibouti milik China mulai dibangun pada tahun 2016. Fasilitas ini dimaksudkan sebagai hub pasokan untuk kapal yang mengambil bagian dalam pemeliharaan perdamaian dan misi kemanusiaan di daerah tersebut.

Tidak ada yang tahu pasti jumlah personel militer China yang ditempatkan di daerah itu. Namun diperkirakan ada sekitar 1.000 pasukan yang bertugas di pangkalan Djibouti.

Lokasinya yang berada di Teluk Aden dan dekat Terusan Suez menjadikan Djibouti sebagai lokasi strategis yang penting. Beberapa rute pelayaran tersibuk di dunia berjalan melewati negara itu, sehingga menjadi tempat yang rawan untuk pembajakan. (IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *