Super Decathlon, Pesawat Aerobatik Antik nan Tangguh

ANGKASAREVIEW.COM – Segenap awak Redaksi Angkasa Review turut berduka dengan kepergian salah satu pilot terbaik yang pernah dimiliki TNI AU, Kolonel Pnb MJ Hanafie “Jaguar”. Pesawat aerobatik 8KCAB Super Decathlon (DL-30) yang dikemudikannya jatuh di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, hari Selasa (20/3/2018) lalu sekitar pukul 15.15 WIB.

Telah banyak berita beredar mengenai kejadian itu, namun kali ini Redaksi hanya membahas mengenai pesawat aerobatik ringan antik nan tangguh tersebut.

Titisannya mulai lahir dari perusahaan Champion Aircraft Corp. (CAC), pabrik pesawat ringan yang dibentuk tahun 1954 oleh Robert Brown dan berkantor pusat di Osceola, Wisconsin. Rancang bangun pesawat didasarkan atas desain pesawat 7AC Citabrias buatan tahun 1946 yang dibeli dari Aeronca Aircraft Corp.

Selama tahun 1954 hingga 1960, CAC melahirkan empat varian baru berdasar 7AC Citabrias, yakni seri Champion 7BCM, 7CCM, 7DC dan 7EC yang dinamai sebagi ‘Traveler’. CAC juga menelurkan varian yang lebih baik lagi kinerjanya bernama Champion 7KCAB.

Selanjutnya, atas permintaan dan masukan dari para penggunanya yang menginginkan pesawat bisa bisa digunakan berakrobat di udara. CAC kemudian menyempurnakan desain 7KCAB dan melahirkan seri baru 8KCAB Decathlon yang mulai di produksi tahun 1972, sesaat sebelum CAC diakuisisi oleh Bellanca Aircraft Corp.

BACA  Komando Pertahanan Udara Nasional Gelar Latihan Perkasa "A" 2018

Baca Juga:

Haru Biru, Penerbang Aerobatik Elang Biru TNI AU Gugur

Kolonel Pnb MJ Hanafie “Jaguar”, Darah Terbang Mengalir di Pilot Su-27/30 Ini

Ditangan Bellanca, produksi seri 8KCAB Decathlon tetap dilanjutkan hingga digantikan oleh varian baru, Super Decathlon pada tahun 1976. Bellanca sendiri sempat memproduksi Super Decathlon sebanyak 600 unit sebelum perusahaan dilikuidasi pada tahun 1981.

Specifications 8KCAB Super Decathlon:
Awak : 2 (1 pilot dan 1 penumpang)
Panjang : 7.0 m
Tinggi : 2.3 m
Rentang sayap : 9.8 m
Berat penuh : 885 kg
Kapasitas tangki : 150 liter
Mesin : Lycoming AEIO-360-H1B,daya180 hp
Kecepatan maks. : 249 km/jam
Stall speed : 85 km/jam
Rate of climb : 6.5 m/detik
Ketinggian maks. : 4.800 m
Jangkauan : 1.000 km
G limits : +6 s/d -5

Nasib seri Super Decathlon sendiri belum berakhir, aset Bellanca selanjutnya dibeli oleh American Champion Aircraft Corp. (ACAC). Perusahaan yang didirikan tahun 1988 oleh Jerry Mehlhaff Sr dan Char Mehlhaff ini bermarkas di Rochester, Wisconsin.

BACA  Proses Sertifikasi, Heli Ansat Buatan Rusia Sukses Laksanakan Uji Ditching

ACAC sendiri baru mulai memproduksi kembali seri 8KCAB Super Decathlon (DL-30) pada tahun 1990. Selanjutnya ACAC mengeluarkan varian baru yang lebih tangkas dan bertenaga, 8KCAB Extreme Decathlon (DL-40) yang khusus untuk keperluan aerobatik pada tahun 2012.

Ditilik dari spesifikasinya, Super Decathlon memiliki campuran konstruksi yang menarik di mana rangka pesawat dibangun menggunakan pipa baja ringan yang kuat. Kulit badannya terbuat dari plastik blow molded yang sangat ringan dan awet. Sedangkan sayap dan sirip ekor dibentuk dari busa (foam) EPO.

Super Decathlon mengadopsi sayap model tinggi dengan roda pendarat model tetap. Pesawat ini digerakkan oleh mesin Lycoming AEIO-360-H1B empat silinder berdaya 180 hp yang dilengkapi 2 bilah baling-baling MTV-15-B-C.

Kecepatan maksimumnya 249 km/jam, kecepatan stall 85 km/jam, daya tanjak rata-rata 6.5 m/detik dan mampu menahan tekanan garfitasi + 6 / -5G.

BACA  Kamov Ka-60/62, Sang Penerus Heli Legendaris Mi-4 Hound

Per unit, Super Decathlon dibandrol seharga 250.900 dolar AS, yang ditawarkan sebagai pesawat aerobati penuh, pesawat latih atau pesawat rekreasi.

Pesawat ini benar-benar eksis. Bila dihitung sejak dibangunnya Decathlon tahun 1972 hingga produksi Super Decathlon saat ini, tercatat telah terjual lebih dari 6.000 unit. Sebuah angka yang cukup fantastis tentunya. (Rangga Baswara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *