Selesai Dibangun, Bandara Werur Siap Dukung Pemerataan Ekonomi di Papua Barat

ANGKASAREVIEW.COM – Bandara Werur yang terletak di Kabupaten Tambrauw, Propinsi Papua Barat sudah selesai dibangun dan siap dioperasionalkan. Dengan begitu, bandara ini siap menjadi unsur pendukung pemerataan perekonomian di timur Indonesia.

Bandara Werur sejatinya merupakan pangkalan udara tua yang didirikan pada saat Perang Dunia II. Pada masa itu, bandara ini dipergunakan oleh pasukan Jepang dan Sekutu secara bergantian. Namun hingga tahun tahun 2012, pangkalan udara ini tidak dipergunakan lagi.

Atas inisiatif Pemerintah Daerah setempat, memasuki tahun 2012 pangkalan udara yang terbengkalai tersebut mulai dibangun kembali menjadi sebuah bandar udara. Kemudian, dengan menggunakan dana dari APBN, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan membangun kembali bandara ini mulai tahun 2015 dan bandara bersejarah ini sudah bisa dioperasionalkan muali hari ini (Rabu, 14/2/2018).

“Kabupaten Tambrauw yang terletak di daerah pesisir sesungguhnya mempunyai posisi strategis bagi daerah-daerah di sekitarnya dan Propinsi Papua Barat secara umum. Tak salah kalau dulu pasukan Jepang dan Sekutu membangun pangkalan udara di daerah ini,” ucap Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Maria Kristi Endah Murni yang mewakili Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso dalam peresmian pengoperasian bandara hari ini.

Ia melanjutkan, sekarang kita membangunnya kembali menjadi sebuah bandara yang cantik dan megah, sehingga memiliki peran penting karena letak strategisnya sebagai gerbang kebangkitan ekonomi di wilayah tersebut. Menurutnya, bandara ini juga berfungsi sebagai penunjang pemerataan di Papua Barat.

Maria menilai, imbas positif telah dirasakan masyarakat Kabupaten Tambrauw dengan kehadiran bandara ini. Salah satunya adalah terpangkasnya harga-harga kebutuhan pokok karena distribusi pengangkutannya yang lebih lancar dengan menggunakan pesawat. Selain itu, transportasi pergerakan masyarakat juga lebih lancar sehingga perekonomian Kabupaten Tambrauw dan daerah sekitarnya semakin tumbuh dan berkembang.

“Dengan demikian target Pemerintah untuk meningkatkan perekonomian, budaya dan pariwisata di daerah ini khususnya dan Papua Barat pada umumnya dapat terwujud dengan beroperasinya bandara Werur ini,” imbuhnya.

Baca Juga: Wow! Sembilan Bandara Baru Akan Resmi Dioperasikan Tahun Ini

Kabupaten Tambrauw saat ini memiliki beberapa potensi yang bisa dikembangkan, salah satunya adalah potensi wisata, baik wisata alam maupun budaya. Di daerah yang merupakan salah satu ajang pertempuran dan pangkalan pasukan pada Perang Dunia II, banyak ditemukan sisa-sisa peninggalan pasukan Jepang maupun Sekutu. Peralatan perang maupun peralatan hidup pasukan Jepang dan Sekutu masih banyak ditemukan dan berpotensi dikembangkan menjadi wisata sejarah.

Pembangunan Bandara

Pekerjaan pembangunan Bandara Werur dimulai sejak tahun 2012 dengan land clearing lahan seluas 150m x 450m menggunakan dana dari APBD. Tahun selanjutnya dilakukan pembangunan konstruksi landas pacu dan land clearing lahan seluas 150m x 400m.

Kemudian land clearing lahan seluas 150m x 550m kembali dilakukan pada tahun 2014 dengan masih menggunakan dana dari APBD.

Pembangunan menggunakan APBN dimulai tahun 2015 untuk pekerjaan konstruksi runway berukuran 18m x 800m, konstruksi turning area 562.5m2, konstruksi taxiway 18m x 100m, dan konstruksi apron 70m x 85m. Tahun 2016 dilakukan pembangunan gedung terminal penumpang, gedung PKP-PK dan jalan akses PKP-PK.

Tahun 2017 dilakukan pembangunan besar-besaran dengan menggunakan dana APBN. Pembangunan tersebut adalah kelanjutan pembangunan konstruksi perpanjangan runway 24 sepanjang 30m X 200m,  pelebaran runway berukuran 7m X 1.200m (termasuk marking), menimbun tanah  untuk runway strip, pengadaan dan pemasangan pagar pengaman bandara. Pembangunana lanjutan juga meliputi pembangunan sistem drainase sisi udara, pembangunan gedung power house, pembangunan gedung administrasi, pembangunan gedung operasional tipe 50 (1 unit), dan pembangunan gedung operasional tipe 36 (2 unit).

Pada tahun 2018 ini akan dilanjutkan perpanjangan landas pacu, pembangunan sistem drainase dan gedung penunjang operasional.

Setelah pembangunan sejak tahun 2012 tersebut, pada hari ini Bandara Werur diresmikan pengoperasiannya hari ini. Saat ini Bandara Werur telah melayani penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai Susi Air dengan rute Sorong-Werur PP setiap hari Senin dan Jumat. (ERY)

 

SPESIFIKASI BANDARA
Nama Bandara:  Bandar Udara Werur
Alamat:  Distrik Sausapor, Desa Werur Kabupaten Tambrauw – Propinsi Papua Barat
Runway: 30 x 1400 m (lapisan hotmix tebal 5 cm)
Taxiway: 94 x 18 m
Apron:  85 x 70 m
Gedung terminal penumpang : 600 m2
Gedung PKP-PK:  200 m2
Gedung kantor: 135 m2
Maskapai: Susi Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *