Dorong Perekonomian di Ujung Selatan Indonesia, Ditjen Hubud Kembangkan Bandara DC Saudale

ANGKASAREVIEW.COM – Dalam rangka merangkai dan mengembangkan konektifitas pulau yang memiliki peran dan fungsi strategis, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubud Kemenhub) telah membangun dan mengembangkan Bandara DC Saudale di Pulau Rote yang berimplikasi untuk semakin mendorong perekonomian di pulau paling selatan wilayah Indonesia ini.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso menyebutkan bahwa potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari Pulau Rote ini, di antaranya adalah potensi  wisata alam (khususnya pantai dan laut) dan potensi agrobisnis, yakni rumput laut dan pohon Lontar yang menjadi tanaman khas Rote.

Tak hanya menjadi icon pulau Rote, pohon Lontar mempunyai banyak produk turunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan perlu untuk di dorong pendistribusiannya untuk menyasar market-market yang lebih luas. Selain buahnya yang memiliki cita rasa manis dan segar, Lontar bisa menghasilkan produk olahan lainnya seperti kecap, gula semut, obat panas dalam, hingga alternatif bahan bakar pengganti bensin dan solar.

BACA  Antisipasi Ancaman MANPADS, Kemenhub Berguru kepada Inggris

Baca Juga: Terminal Baru Bandara Supadio Dukung Peningkatan Perekonomian dan Wisata Daerah

“Selain itu, sebagai pulau paling selatan terluar dari Indonesia, posisi pulau Rote sangat strategis dari sisi pertahanan – keamanan dan kemanusiaan. Dengan adanya transportasi udara yang cepat, selamat, aman dan nyaman, kita juga bisa ikut menjaga pertahanan dan keamanan negara dan membantu dari sisi kemanusiaan bagi warga di Pulau Rote dan sekitarnya,” tutur Agus dalam keterangan resminya yang Angkasa Review terima, Senin (8/1/2018).

Soal dimensi, Bandara DC Saudale Rote kini telah didukung dengan runway 1.650 meter x 30 meter dan taxiway 75 meter x 17 meter. Apron yang dimiliki bandara perbatasan di ujung selatan Indonesia ini pun berukura 120 meter x 85 meter.

BACA  Gahar, Kemhan Rusia tunjukkan video misi pertama Su-35S Skadron Karelia

Selain itu, bandara ini juga dilengkapi dengan terminal penumpang dengan luas 1.170 meter persegi serta gedung operasional yang terdiri dari gedung perkantoran, gedung navigasi penerbangan NDB, gedung workshop, menara ATC, gedung PKP-PK dan gedung PH.

Baca Juga: Ditunggu Sejak Lama, Air Timor Segera Layani Penerbangan Dili-Kupang PP

Bandara kebanggaan masyarakat Pulau Rote ini mampu melayani pergerakan pesawat sekelas ATR 72- 500/600 yang berkapasitas 72 penumpang yang dioperasikan maskapai Wings Air dengan layanan rute Rote-Kupang pp dua kali dalam sehari.

Selama ini, selain moda udara juga masih ada moda laut yang menggunakan kapal cepat dengan yang berkapasitas 250 penumpang. Kapal ini berangkat 2 kali dalam sehari dengan rute Rote- Kupang- Rote.

BACA  Kunjungi STPI Curug, Dirjen Perhubungan Udara Polana Pramesti Sambut Optimisme Lulusan DPM

Ditjen Hubud selaku regulator penerbangan juga akan selalu melakukan pengawasan dan pembinaan agar penerbangan ke Pulau Rote dan pulau-pulau lain di Indonesia yang terletak paling luar, terpencil dan terdalam. Hal tersebut dilakukan agar tercipta suatu konektifitas yang mendukung kehidupan perekonomian masyarakat setempat yang berkelanjutan, aman dan nyaman secara khusus dan Indonesia pada umumnya. FERY SETIAWAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *