Jet tempur Gripen Thailand mengebom kompleks kasino Kamboja yang digunakan untuk menyimpan peluncur roket MLRS dan drone kamikaze
Via X AIRSPACE REVIEW – Sejumlah jet tempur Gripen Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) pada 10 Desember melakukan pengeboman terhadap kompleks kasino Kamboja, yang menurut otoritas Thailand digunakan sebagai pangkalan senjata berat dan drone kamikaze.
Militer Thailand menyatakan, jet Gripen melakukan serangan udara berdaya ledak tinggi di kasino Lim Heng di O’Smach, di seberang Chong Chom di Provinsi Surin.
Operasi tersebut digambarkan sebagai serangan kilat yang dilakukan di tengah meningkatnya bentrokan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja.
Ditegaskan bahwa kasino tersebut bukan lagi sekadar tempat hiburan tetapi telah diubah menjadi benteng militer utama bagi pasukan Kamboja.
Intelijen militer Thailand menyebut lokasi tersebut digunakan untuk menampung drone kamikaze/drone FPV, peluncur roket multilaras BM-21 Grad, serta konsentrasi pasukan dan logistik.
Sebelumnya, Juru Bicara RTAF Marsekal Udara Jakkrit Thammavichai mengatakan kepada Pusat Informasi Gabungan tentang Situasi Perbatasan Thailand-Kamboja bahwa semua operasi udara terhadap target militer Kamboja dilakukan bersama dengan Angkatan Darat Thailand, menggunakan amunisi presisi tinggi untuk meminimalkan kerugian bagi warga sipil.
“Angkatan Udara Kerajaan Thailand sangat mementingkan pemilihan senjata,” ujarnya.
Laporan situasi dari Pusat Operasi Angkatan Darat Kedua pada pukul 17.00 tanggal 9 Desember 2025 menyatakan, pasukan Kamboja telah melancarkan serangan intensif terhadap posisi Thailand antara pukul 09.00 dan 17.00, memperluas pertempuran di berbagai front.
Para pejabat Thailand mengatakan Kamboja telah menembakkan sekitar 125 salvo roket BM-21, dengan total sekitar 5.000 roket, dan melakukan 33 serangan drone kamikaze/FPV terhadap pangkalan dan posisi Thailand di beberapa sektor
Laporan tersebut menambahkan bahwa bentrokan hebat terus berlanjut di sepanjang garis penempatan.
Dari pertempuran baru-baru ini, Thailand telah kehilangan empat tentara yang tewas dalam pertempuran dan mencatat 68 luka-luka.
Sementara kerugian militer Kamboja dilaporkan mencapai 61 orang tewas, dengan jumlah korban luka yang belum dapat dipastikan. (RNS)

