AIRSPACE REVIEW – Serbia melalui Yugoimport memamerkan drone kamikaze baru untuk melaksanakan serangan jarak jauh. Drone yang diberi nama Gavran 145 (Raven 145) ini dirancang untuk menghancurkan kendaraan lapis baja modern. Dalam bahasa Serbia, Gavran berarti Gagak.
Dengan panjang 2,2 m dan bentang sayap 2,4 m, drone Gavran 145 dapat dengan mudah dipindahkan dan dikerahkan, perusahaan menyatakan.
Drone dengan kapasitas muatan 15 kg ini dapat ditenagai dengan pilihan propulsi listrik, bensin, atau turbojet, tergantung permintaan pelanggan.
Selain sebagai drone kamikaze, Gavran 145 juga dapat melaksanakan misi pengintaian secara waktu nyata.
Drone ini akan berkeliaran di area target dalam waktu yang cukup lama untuk mengirimkan data sebelum menabrakkan diri ke target di kedalaman area musuh menggunakan hulu ledak yang dibawanya.
Gavran 145 adalah bagian dari keluarga drone Gavran. Ada juga varian lain seperti Gavran-2.
Drone Gavran 145 memiliki sayap yang dapat dilipat (foldable wings), sehingga memungkinkannya diangkut dalam keadaan siap tempur dan bersenjata lengkap.
Drone ini dilengkapi dengan Homing Head (HH), yang menunjukkan adanya kemampuan panduan presisi untuk melacak dan menyerang target di fase akhir penerbangan.
Pengembangan drone Gavran menunjukkan upaya Serbia dalam mengembangkan kemampuan drone tempur dan drone kamikaze.
Drone kamikaze merupakan sistem senjata berbiaya murah dan dapat dikembangkan lebih cepat dibanding senjata udara yang lebih kompleks dan berharga maha.
Meski terbilang murah, drone kamikaze dapat menghancurkan aset-aset militer berharga mahal, termasuk sistem pertahanan udara maupun kendaraan-kendaraan tempur lapis baja musuh. (RNS)

