AIRSPACE REVIEW – Untuk pertama kalinya, Angkatan Pertahanan Australia (ADF) telah menempatkan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) M142 di kapal serbu amfibi HMAS Canberra dan salah satu kapal pendaratnya.
Dilakukan dari pelabuhan Sidney pada 2 Desember 2025, uji coba ini guna memvalidasi bagaimana artileri roket dapat bergerak dengan pasukan amfibi di lingkungan pesisir.
Dalam konteks Indo-Pasifik di mana tembakan yang tersebar dan manuver cepat antara laut dan pantai semakin menjadi pusat pencegahan, kemampuan untuk memindahkan HIMARS melalui laut menjadi signifikan secara strategis.
Sistem roket artileri medan HIMARS kini menjadi elemen inti dari arsitektur tembakan jarak jauh Angkatan Darat Australia.
Sistem ini dapat menembakkan roket berpemandu hingga jarak puluhan kilometer dan di masa mendatang akan dibekali rudal serang presisi jarak jauh.
Australia telah memesan 42 sistem HIMARS berdasarkan Penjualan Militer Asing (FMS) dari Amerika Serikat. Sistem awal telah dikirimkan dan dioperasikan oleh Baterai Pengepungan ke-54 dalam Brigade ke-10.
Selama aktivitas di Sydney, sebuah peluncur HIMARS, beserta kendaraan dan trailer pasokan khusus, ditempatkan di HMAS Canberra, LHD andalan Angkatan Laut Kerajaan Australia, dan kemudian dipindahkan ke salah satu kapal pendarat untuk pengujian lebih lanjut.
Fokusnya adalah untuk memverifikasi aspek praktis dari kemampuan transportasi laut, seperti manuver kendaraan di dalam kapal, serta menunjukkan bahwa elemen pasokan dapat ditempatkan dan dipindahkan sebagai paket tembakan jarak jauh yang lengkap.
Uji coba tersebut menggarisbawahi dorongan menuju ADF gabungan yang sesungguhnya, di mana tembakan berbasis darat diintegrasikan dengan platform angkatan laut untuk menghasilkan efek dari dan melintasi pesisir.
Bagi kru Angkatan Darat Australia, ini berarti memahami cara beroperasi dalam ruang terbatas kapal perang dan kapal pendaratnya. S
ementara bagi awak Angkatan Laut, ini berarti memperlakukan HIMARS dan kendaraan pendukungnya sebagai bagian rutin dari muatan amfibi.
Dalam operasi masa depan, kombinasi ini dapat memungkinkan penyebaran artileri roket yang cepat ke pulau-pulau terpencil, di mana infrastruktur pelabuhan tradisional tidak ada tetapi kebutuhan akan serangan jarak jauh yang kredibel. (RBS)

