Respons peluncuran rudal Burevestnik Rusia, Trump: Kapal selam nuklir AS ada di lepas pantai mereka, tidak perlu menjangkau jarak sejauh itu

Trump merespons peluncuran rudal jelajah Burevestnik Rusia (1)Istimewa

AIRSPACE REVIEW – Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons peluncuran rudal jelajah  9M730 Burevestnik (NATO: SSC-X-9 Skyfall) Rusia yang disebut memiliki jarak jangkau tak terbatas karena menggunakan sistem pendorong bertenaga nuklir.

Trump mengatakan, peluncuran rudal tersebut sebagai hal yang tidak pantas dilakukan Rusia di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Washington.

Trump menekankan, Presiden Rusia Vladimir Putin seharusnya fokus mengakhiri perang dengan Ukraina daripada menguji coba rudal.

Saat ditanya wartawan di pesawat Air Force One pada hari Senin, Trump menegaskan bahwa kapal-kapal selam nuklir AS berada di lepas pantai Rusia.

“AS memiliki kapal selam nuklir tepat di lepas pantai mereka, yang tidak perlu menempuh jarak sejauh itu. Kita menguji coba rudal setiap saat,” tandas Trump.

Sehari sebelumnya, dengan mengenakan seragam militer dalam sebuah pertemuan dengan para jenderal tinggi Rusia, Putin memuji rudal jelajah Burevestnik sebagai sebuah terobosan.

“Ini benar-benar senjata unik, yang tidak dimiliki negara lain di dunia,” kata Putin seraya memerintahkan persiapan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan untuk membawa sistem tersebut ke layanan militer.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Valery Gerasimov, memberi tahu Putin bahwa uji coba telah berlangsung pada hari Selasa, di mana rudal Burevestnik terbang sekitar 8.700 mil (14.000 km) selama 15 jam.

Sergei Ryabkov, seorang ajudan dekat Putin, mengatakan kepada media Rusia bahwa Moskow telah memberi tahu AS sebelumnya tentang rencana uji coba rudal tersebut.

Putin pertama kali mengungkap Burevestnik yang tak terkalahkan pada tahun 2018. Putin mengklaim rudal ini memiliki jangkauan yang hampir tak terbatas dan dapat menghindari pertahanan rudal AS.

“Tidak ada yang mau mendengarkan kami. Jadi dengarkan sekarang,” kata Putin saat itu.

Sistem Burevestnik menjadi berita utama pada tahun 2019 setelah uji coba yang gagal di Arktik dan menyebabkan ledakan yang menewaskan sedikitnya lima ilmuwan.

Berbeda dengan klaim Putin, pakar nonproliferasi nuklir dari Middlebury Institute, Monterey, California mengatakan bahwa Burevestnik bukannya tak terkalahkan.

“Pesawat NATO bisa mencegatnya,” tulis Jeffrey Lewis melalui akun media sosialnya.

“Masalahnya, Burevestnik merupakan langkah lain dalam perlombaan senjata yang tidak menawarkan kemenangan bagi kedua belah pihak,” lanjut dia.

Pekan lalu, Putin mengawasi latihan pasukan nuklir strategis Rusia, yang mencakup latihan peluncuran rudal.

Ia juga memperingatkan akan adanya respons yang sangat serius, bahkan menghancurkan, jika Ukraina melancarkan serangan lebih lanjut jauh di dalam wilayah Rusia dengan rudal-rudal yang dipasok Barat.

Sergei Karaganov, seorang analis kebijakan luar negeri yang berpengaruh dan berpandangan agresif, mengatakan dalam sebuah acara bahwa latihan tersebut merupakan latihan untuk serangan pertama, sebagai hukuman jika terjadi agresi lebih lanjut terhadap Rusia.

Hubungan antara Putin dan Trump terpukul serius setelah pemerintah AS mengumumkan sanksi mendadak Rabu lalu terhadap dua produsen minyak terbesar Rusia dan sekitar tiga lusin anak perusahaan mereka. (RNS)

One Reply to “Respons peluncuran rudal Burevestnik Rusia, Trump: Kapal selam nuklir AS ada di lepas pantai mereka, tidak perlu menjangkau jarak sejauh itu”

  1. 🤣 trump pikir rusia bodoh tdk tau dmn kapal selam as berada tp dr sini kliatan trump stress krn hiperzonic aja as masih keteteran skrg muncul.lagi rudsl canggih .jd rudal ini bisa diluncurkan skrg utk serang 3 hari lagi itu sanga efektif dsn mematikan krn bisa diliat celah pertahanan mana yg terbuka dan rudal itu pun masuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *