AIRSPACE REVIEW – Marshal Aerospace, perusahaan perawatan pesawat (MRO) yang berbasis di Cambridge, Inggris mendapatkan kontrak multitahun untuk perawatan 12 pesawat angkut militer C-130J Super Hercules bekas Angkatan Udara Inggris (RAF) yang dibeli oleh Turkiye.
Selain perawatan, Marshall juga akan akan membekali Turkiye dengan sarana untuk membangun kapabilitas domestiknya sendiri, sehingga Turkiye dapat melakukan perawatan pesawat C-130J sendiri di masa depan.
Marshall menjadi mitra turkiye untuk pengadaan suku cadang C-130J. Perusahaan ini juga akan menyelesaikan penggantian kotak sayap tengah (Center Wing Box) pada masing-masing badan pesawat C-130J sebelum digunakan oleh Angkatan Udara Turkiye (TuAF).
Pesawat C-130J buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat dapat beroperasi pada siang dan malam hari dan dapat diandalkan untuk beragam misi.
Kemampuan untuk mengisi bahan bakar di udara selama penerbangan meningkatkan kapasitas pesawat ini untuk menempuh jarak jauh tanpa perlu mendarat.
Empat mesin turboprop Allison AE dengan baling-baling komposit enam bilah Dowty Aerospace yang dipadukan dengan sistem Kontrol Mesin Digital Otoritas Penuh yang baru, memungkinkan C-130J lepas landas dengan daya dorong yang lebih besar dan memastikan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.
Pengadaan 12 pesawat C-130J bekas RAF oleh Turkiye untuk memperkuat armada pengangkutan serta untuk menggantikan varian C-130B/E Hercules TuAF yang sudah tua. (RNS)


“Pesawat C-130J buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat dapat beroperasi pada siang dan malam hari dan dapat diandalkan untuk beragam misi.”
Daripada nambah A400M sampai 1 skadron (rumornya) sebaiknya tambah C-130J saja sampai 2 skadron udara, Super Hercules eks-RAF ini sebenarnya adalah pilihan tepat untuk pengadaan cepat dalam tempo yang singkat tanpa harus menunggu jalur produksi seperti yang kita beli sebelumnya, sayang keduluan deh 😅