AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Australia (RAAF) baru-baru ini menyambut kedatangan pesawat patroli maritim multimisi Boeing P-8A Poseidon A47-013 ke-13 yang baru. Pesawat tiba di Pangkalan RAAF Edinburgh di Australia Selatan.
Bersamaan dengan kedatangan pesawat tersebut, RAAF telah membentuk kembali Skadron Nomor 12 di Pangkalan RAAF Edinburgh sebagai skuadron operasional kedua untuk armada pesawat P-8A Poseidon.
Kepala RAAF Marsekal Udara Stephen Chappell mengatakan, beroperasi bersama Skadron Nomor 11, Skuadron Nomor 12 akan berkontribusi pada kemampuan perang antikapal selam, serangan maritim, intelijen maritim, pengawasan, pengintaian, serta respons Australia.
“Saya bangga mengumumkan pembentukan kembali Skuadron Nomor 12 bersamaan dengan kedatangan pesawat P-8A Poseidon ke-13 Australia,” ujarnya.
Ia menambahkan, Skadron Nomor 12 telah memainkan peran penting dalam sejarah RAF dan pertahanan negara Australia.
Dalam mengoperasikan armada pesawat P-8A Poseidon yang diperluas, Skadron Nomor 12 akan melaksanakan patroli berkelanjutan di wilayah pendekatan maritim Australia.
Kedua skadron P-8A RAAF tersebut juga akan bekerja sama dengan armada MQ-4C Triton untuk melakukan patroli dan pengawasan maritim tercanggih di dunia.
Setelah pesawat ke-13, Boeing akan mengirimkan pesawat ke-14 ke Australia pada tahun 2026. Seluruh armada P-8 RAAF yang berjumlah 14 akan didukung oleh sekitar 290 personel dengan anggaran pemeliharaan tahunan sebesar 308 juta USD.
Pesawat P-8A Poseidon merupakan kapabilitas penting yang mendukung pelaksanaan Strategi Penolakan Australia, sebagaimana diuraikan dalam Strategi Pertahanan Nasional 2024.
Pembentukan kembali Skadron 12 menghormati sejarah dan prestasi tempur skuadron anti-kapal selam dan pengintaian yang bertugas di Darwin dan Nugini Belanda selama Perang Dunia II. (RNS)

