Rusia melakukan serangan udara terbesar terhadap Ukraina, jatuhkan 268 bom berpemandu presisi dalam satu hari

Bom berpemandu presisi RusiaTelegram

AIRSPACE REVIEW – Rusia pada 17 Oktober 2025 (pagi hari 18 Oktober di Ukraina) dilaporkan melancarkan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kota-kota Ukraina.

Serangan terbesar Rusia tersebut dilakukan dengan menjatuhkan 268 bom udara berpemandu presisi, jumlah tertinggi yang tercatat dalam satu hari serangan sejak awal konflik, menurut Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.

Rusia menggunakan pesawat tempur-pembom Su-34 sebagai platform utama untuk menjatuhkan bom-bom tersebut. Pesawat beroperasi di luar jangkauan pertahanan udara Ukraina dan melepaskan bom-bom luncur yang dilengkapi dengan perangkat pemandu inersia dan satelit.

Strategi ini memungkinkan serangan presisi terhadap posisi militer dan wilayah perkotaan tanpa perlu melintasi garis depan.

Selain pengeboman terarah, pasukan Rusia melakukan 109 serangan udara tambahan dan meluncurkan lebih dari 6.000 drone kamikaze, meskipun jenis spesifiknya tidak diungkapkan.

Rusia telah meningkatkan penggunaan drone untuk menyerang target militer dan infrastruktur sipil strategis Ukraina.

Meningkatnya intensitas serangan Rusia terjadi di saat yang kritis, karena kedua belah pihak bersiap untuk operasi musim dingin.

Periode ini biasanya menghambat manuver perang dan meningkatkan ketergantungan pada kekuatan udara dan senjata jarak jauh.

Otoritas regional Ukraina melaporkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan area permukiman, terutama di wilayah yang dekat dengan garis depan, meskipun penilaian lengkap belum dirilis oleh pemerintah Ukraina.

Para pakar pertahanan internasional memperingatkan bahwa meningkatnya penggunaan Su-34 dan pesawat tanpa awak kamikaze menunjukkan pergeseran strategi Rusia, yang memprioritaskan serangan presisi jarak jauh sambil meminimalkan paparan pesawat terhadap tembakan musuh. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *