Terima F-35A pertamanya, Belgia memulai transisi ke penerbangan jet tempur generasi kelima

Belgia menerima F-35A pertamanyaBelgian Air Force

AIRSPACE REVIEW – Belgia secara resmi memasuki era penerbangan jet tempur generasi kelima setelah menerima F-35A pertamanya dari Lockheed Martin, Amerika Serikat.

Penerimaan pesawat dilaksanakan di Pangkalan Udara Florennes pada 13 Oktober 2025.

Pengiriman jet F-35A menandai tonggak sejarah dalam modernisasi Angkatan Udara Belgia. F-35A secara bertahap akan menggantikan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon yang telah digunakan Angkatan Udara Belgia selama lebih dari empat dekade.

Jet F-35A pertama yang diterima, dengan nomor seri FL009, FL010, dan FL012, terbang dari fasilitas Lockheed Martin di Fort Worth, Texas.

Pesawat singgah sementara di Kepulauan Azores sebelum mendarat di Eropa. Jet keempat, FL011, tetap berada di Lajes karena mengalami masalah teknis, menurut Kementerian Pertahanan Belgia.

Upacara penerimaan pesawat, yang dihadiri oleh Raja Philippe dan Menteri Pertahanan Theo Francken, menandai dimulainya transisi negara tersebut menuju generasi baru pesawat siluman.

Dalam acara tersebut, Francken menekankan bahwa kedatangan F-35 membuka jalan bagi transfer pesawat tempur F-16 Belgia ke Ukraina, yang dikoordinasikan dengan mitra NATO.

“Pengiriman ini memungkinkan Belgia untuk memulai transformasinya menjadi angkatan udara generasi kelima, sementara kami memajukan kerja sama dengan NATO dan mendukung pertahanan Ukraina,” ujar menteri tersebut kepada media lokal.

F-35A Lightning II dipilih oleh Belgia pada tahun 2018 setelah proses evaluasi yang panjang. Kontrak awal 34 pesawat kemudian ditambah menjadi 45.

Saat ini Belgia sedang dalam proses mengupayakan persetujuan untuk 11 unit F-35A tambahan, sehingga total armada menjadi 46 pesawat.

Beberapa pesawat F-35 akan dirakit di jalur perakitan akhir Leonardo di Cameri, Italia, yaitu lini perakitan yang sama yang melayani pelanggan Eropa seperti Italia dan Belanda.

Saat ini, delapan F-35 Belgia telah ditempatkan di Pangkalan Angkatan Udara Luke, Arizona, AS untuk melatih para pilot dan teknisi Angkatan Udara Belgia menjalani proses konversi dan pelatihan multinasional yang intensif.

Tiga F-35A yang baru-baru ini dikirim ke Florennes akan membentuk skadron operasional pertama negara itu, sementara unit kedua akan diaktifkan di Kleine-Brogel pada tahun 2027.

F-35A Lightning II merupakan lompatan teknologi penting atas F-16, yang menggabungkan radar AESA AN/APG-81, sistem peperangan elektronik AN/ASQ-239, dan fusi sensor yang memastikan keunggulan situasional, presisi, dan siluman dalam skenario yang sangat diperebutkan.

Selain keuntungan operasional, Belgia juga berpartisipasi dalam rantai industri F-35. Perusahaan-perusahaan lokal, seperti Safran Aero Boosters dan BMT Aerospace, memproduksi komponen-komponen penting untuk mesin F-135 Pratt & Whitney, yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat sektor kedirgantaraan nasional.

Dengan kedatangan F-35A, Belgia bergabung dengan beberapa negara NATO yang telah mengoperasikan pesawat tempur generasi kelima tersebut, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Italia, Belanda, Norwegia, Denmark, dan Polandia.

Belgia berharap dapat mendeklarasikan kemampuan operasional awal (IOC) F-35A-nya pada tahun 2027, dengan setidaknya empat pesawat yang ditugaskan untuk misi peringatan reaksi cepat (QRA).

Pada pertengahan tahun 2030-an, seluruh armada 46 F-35A Belgia harus beroperasi penuh, meningkatkan interoperabilitas dengan sekutu dan mengonsolidasikan peran Belgia sebagai pilar pertahanan udara terpadu NATO. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *