Sikorsky luncurkan keluarga drone VTOL serbaguna Nomad, terbesar seukuran heli UH-60 Black Hawk

Drone Nomad dari SikorskySikorsky

AIRSPACE REVIEW – Produsen helikopter kenamaan Amerika Serikat, Sikorsky, meluncurkan Nomad, keluarga drone lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) yang mengadopsi desain “tail sitting” dan ditenagai oleh dua prop-rotor.

Nomad berukuran lebih besar dari konfigurasi RBW-5 (Rotor Blown Wing) sebelumnya, bahkan tersedia varian yang seukuran helikopter UH-60 Black Hawk.

Drone Nomad dirancang untuk misi pengintaian, serangan ringan, dan logistik medan tempur.

Hal ini mencerminkan fokus militer yang semakin besar pada kemandirian landasan pacu, di mana infrastruktur pangkalan udara tradisional mungkin hancur, rusak, atau tidak tersedia saat terjadi perang.

Kehadiran Nomad merupakan terobosan baru bagi Sikorsky dan generasi drone otonom berdaya tahan lama berikutnya untuk Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Korps Marinir AS.

Keluarga drone Nomad menggabungkan karakteristik tinggal landas dan mendarat ala helikopter dengan kecepatan terbang dan jangkauan seperti pesawat sayap tetap.

Konfigurasi dasarnya mencakup sayap lurus panjang dengan mesin prop-rotor ganda.

Drone ini bertumpu pada ekor yang ditopang oleh sirip ekor guna lepas landas dan mendarat seperti helikopter sebelum beralih ke penerbangan horizontal ke depan untuk misi jarak jauh.

Drone Nomad juga dapat melayang (hovering) seperti helikopter, sehingga cocok untuk misi seperti pemadaman kebakaran udara dan pasokan logistik.

Pada skala yang lebih kecil, yakni Nomad 50, akan menggunakan propulsi hibrida listrik, yang sangat hemat bahan bakar, sementara varian yang lebih besar akan ditenagai oleh sistem propulsi konvensional.

Drone ini juga akan menggunakan teknologi otonomi MATRIX, yang dikembangkan oleh Sikorsky bersama Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), yang telah diuji pada helikopter UH-60 Black Hawk.

Saat ini, Nomad 50 dengan lebar sayap 3,2 m, telah menyelesaikan uji terbang lanjutan, sebagaimana diumumkan perusahaan awal tahun ini.

Perusahaan kini sedang membangun Nomad 100 yang lebih besar, tergolong sebagai drone Group 3 dengan lebar sayap 5,5 m.

Nomad 100 sedang menjalani uji coba darat dengan penerbangan perdana diperkirakan dalam beberapa bulan mendatang. Group 3 didefinisikan sebagai drone dengan berat hingga 600 kg.

Selanjutnya, direncanakan drone Group 4 untuk keluarga Nomad lainnya, diperkirakan memiliki kapasitas muatan sekitar 220 kg.

Drone ini dapat membawa sensor dan muatan senjata lebih besar, seperti empat rudal Hellfire atau sepasang Bom Diameter Kecil (SDB).

Nomad Group 4 akan setara dengan ukuran drone MQ-1C Gray Eagle atau dengan kemampuan seperti Gray Eagle yang dioperasikan di tingkat divisi dan korps.

Sikorsky menggambarkan skenario misi keluarga Nomad masa depan, di mana drone ini dapat dioperasikan oleh hanya dua atau tiga tentara saja.

Mereka dapat meluncurkannya dari lokasi terpencil, atau dek penerbangan kapal, menerbangkan pada misinya melalui tablet interface dan tanpa memerlukan stasiun kendali darat yang lebih besar. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *