Meniru tapi berinovasi, China kembangkan perisai antidrone yang dapat dilipat

Tank China dilengkapi cope cage yang dapat dilipatIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Tak ada yang tak mungkin bagi China. Semua produk yang dianggap berhasil dari negara lain bisa ditirunya. Termasuk cope cage atau sangkar baja untuk melindungi tank tempur utama (MBT).

Industri pertahanan China telah mengajukan paten untuk kanopi antidrone yang dapat dilipat untuk tank, mirip dengan yang digunakan tank Ukraina di medan tempur melawan Rusia.

Pengembangan sistem pelindung antidrone ini dilakukan oleh perusahaan Dragon Shield Intelligent Equipment dari Wuhu, yang berbasis Provinsi Anhui.

Menurut deskripsi paten, sistem ini terdiri dari jaring pelindung yang ringan, dapat dilipat, dan tahan ledakan.

Desain sangkar baja China memperkenalkan mekanisme pelipatan dan pembukaan menggunakan motor penggerak.

Hal itu memungkinkan kru untuk membuka kanopi dengan cepat saat dibutuhkan dan menariknya kembali selama operasi manuver atau saat tak dibutuhkan.

Sistem ini dirancang untuk dipasang di sisi bawah turret, yang berfungsi memberikan lapisan pertahanan tambahan terhadap serangan drone yang dilengkapi alat peledak rakitan atau amunisi antitank khusus.

Saat ini, cope cage merupakan bagian dari tren global, di mana militer dan perusahaan pertahanan sedang mengembangkan sistem penanggulangan terhadap meningkatnya ancaman drone kamikaze terutama dari jenis FPV bersenjata.

Rusia adalah yang pertama mengembangkan sangkar baja antidrone ini, namun versi lipat pertama kali dikembangkan oleh Ukraina. (RBS)

One Reply to “Meniru tapi berinovasi, China kembangkan perisai antidrone yang dapat dilipat”

  1. China once again proves how quickly it can read the shifting patterns of modern warfare. What began as imitation of Russian and Ukrainian anti-drone cages has now evolved into something far more refined turning the fear of drones into a design opportunity. This foldable defense system isn’t just a mechanical upgrade; it marks a shift in mindset where mobility and protection are no longer opposites but extensions of each other.

    The folding mechanism gives battlefield flexibility. A tank is no longer just a symbol of brute force, but of adaptive intelligence. Tactically, such a design allows vehicles to switch roles on the fly from defending against low-altitude drone attacks to regaining agility for offensive maneuvers.

    For military analysts, this reflects China’s signature evolution pattern: imitate to understand, then innovate to surpass. Imitation here isn’t treated as weakness, but as a learning strategy. From a tactical lens, it signals that China is engineering an “architecture of flexibility” into every combat system where the speed of adaptation becomes a weapon sharper than any projectile.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *