AS dan sekutu NATO desak Yunani untuk menjual jet tempur Mirage 2000-5-nya ke Ukraina

HAF Mirage 2000-5HAF

AIRSPACE REVIEW – Amerika Serikat dan sekutu NATO lainnya seperti Prancis dan beberapa anggota Eropa Timur, dilaporkan mendesak Yunani untuk menjual jet tempur Mirage 2000-5-nya ke Ukraina.

Kesepakatan yang diusulkan akan memungkinkan pesawat tersebut ditransfer ke Ukraina melalui perantara.

Tahun lalu, Athena diberitakan menolak opsi untuk mentransfer Mirage 2000-5 ke Ukraina. Akan tetapi, dinamika baru yang melibatkan pembelian pesawat Rafale dan program dukungan militer AS dapat mengubah situasi.

Media Yunani, Kathimerini, melaporkan tekanan tersebut merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas untuk mendorong Yunani agar meningkatkan bantuan militernya ke Ukraina.

Hingga saat ini, Pemerintah Yunani membatasi dukungannya pada peralatan yang lebih tua, seperti kendaraan tempur infanteri BMP-1 dan howitzer M114A1 155 mm era Perang Dunia II.

Mitra NATO berpendapat bahwa kontribusi yang berarti membutuhkan aset canggih seperti pesawat tempur.

Jika rencana ini berlanjut, Yunani berpotensi menjual jet Mirage 2000-5 tidak hanya ke AS dan Prancis, tetapi juga ke negara-negara NATO yang lebih kecil seperti Republik Ceko atau bahkan Estonia.

Namun, para analis Yunani tetap skeptis terhadap kemungkinan skenario semacam itu. Dukungan pemeliharaan untuk jet Mirage 2000-5 diperkirakan akan berakhir pada tahun 2027.

Pada saat yang sama, Athena sedang bernegosiasi dengan Prancis mengenai akuisisi tambahan 6-12 pesawat tempur Rafale, sebuah kesepakatan yang dapat menurunkan biaya jika Yunani melepas armada Mirage-nya.

Amerika Serikat juga mendorong Yunani untuk memanfaatkan program PURL Pentagon, yang memungkinkan pengisian ulang stok militer secara cepat.

Sementara itu bagi Ukraina, prospek menerima jet Mirage 2000-5 dari Yunani akan memberikan dorongan jangka pendek bagi angkatan udaranya yang terus menghadapi tuntutan mendesak.

Pesawat tempur Mirage, meskipun mendekati akhir masa pakainya, tetap merupakan pesawat multiperan yang mumpuni dan dapat melengkapi armada Ukraina dalam jangka pendek.

Negosiasi pesawat Rafale dapat menjadi alat tawar-menawar yang penting. Jika Yunani menyelesaikan pembelian pesawat tempur Prancis yang lebih canggih, transfer jet Mirage dapat menjadi lebih menarik secara politis dan finansial.

Skenario ini juga akan melengkapi komitmen Prancis sendiri untuk menyediakan pesawat bagi Kyiv, memperluas jumlah jet asal Barat yang tersedia bagi pilot Ukraina.

Dalam jangka panjang, Ukraina diperkirakan akan mengejar pesawat tempur modern melalui program pengadaan baru seperti Gripen E dari Swedia misalnya.

Namun untuk saat ini, kebutuhan pertahanan udara negara itu mendesak, dan hanya platform yang ada dalam inventaris sekutu yang dapat mengisi kekosongan tersebut. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *