Ancaman drone kamikaze di kawasan Timur Tengah meningkat, AS dan Arab Saudi laksanakan latihan bersama Red Sands 2025
US DoD AIRSPACE REVIEW – Militer Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi telah menyelesaikan latihan tembak langsung kontra sistem udara nirawak (C-UAS) terbesar yang pernah dilakukan di kawasan Timur Tengah.
Bersandi Red Sands 2025, latihan perang ini dilaksanakan di lapangan tembak Shamal-2 di timur laut Arab Saudi. Latihan melibatkan lebih dari 300 personel militer kedua negara serta mengerahkan 20 platform C-UAS canggih.
Latihan tersebut merupakan respons langsung terhadap meningkatnya persenjataan drone di Timur Tengah, terutama oleh Iran dan jaringan proksi regionalnya.
Seperti diketahui, selama lima tahun terakhir, serangan drone kamikaze dan rudal yang menargetkan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan pangkalan AS di Irak dan Suriah telah meningkat frekuensi dan kompleksitasnya.
Red Sands 2025 yang dilaksanakan pada 7-14 September 2025, secara langsung mengatasi ancaman-ancaman drone melalui penerapan pertahanan berlapis dan berjaringan.
Di antara sistem yang diuji adalah radar jarak pendek dan platform elektro-optik seperti Shikra dan Skyguard, beserta sensor RF pasif seperti Signal Hunter dan sistem deteksi akustik termasuk susunan BPADS.
Platform-platform tersebut terintegrasi sepenuhnya ke dalam jaringan C2 gabungan, yang memungkinkan identifikasi dan eliminasi ancaman udara secara cepat dan waktu nyata.
Lapisan pertahanan jarak dekat terakhir mencakup Drone Defeat Rounds (DDR) yang ditembakkan dari senapan, menyebarkan peluru tungsten untuk menghentikan drone terbang rendah yang mencoba menembus perimeter dalam.
Latihan ini juga dilengkapi sistem komando dan kendali terpadu seperti sistem Vanguard, solusi penembakan yang dapat diskalakan untuk menghalau kawanan drone.
Sistem antipesawat nirawak berbasis darat lainnya yang digunakan termasuk Skyguard, Shikra, dan Mobile-Low, Slow, Small Unmanned Aircraft Integrated Defeat System (MLIDS).
Kemudian sistem peperangan elektronik (EW), yang dirancang untuk mengganggu atau mengacaukan koneksi kendali drone dan navigasi GPS.
Latihan Red Sands 2025 juga melibatkan koordinasi udara/darat spektrum penuh, dengan menggunakan Gunship AC-130 AS dan jet tempur F-15 serta Typhoon Arab Saudi yang memberikan cakupan kinetik responsif.
Helikopter AH-64E Apache dari kedua negara juga mendukung pertempuran presisi melawan target drone yang disimulasikan bermanuver di medan terbuka dan perkotaan. (RBS)

