Drone intai dan serang Aarok dari Prancis sukses terbang perdana

Drone Aarok dari PrancisTurgis & Gaillard

AIRSPACE REVIEW – Drone intai bersenjata Aarok yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan Turgis & Gaillard dari Prancis sukses melakukan penerbangan perdananya pada 9 September 2025.

Drone jenis MALE (Medium Altitude Long Endurance) ini mengudara selama satu jam dan terbang hingga ketinggian 5.000 kaki atau 1.524 m.

Drone Aarok diperkenalkan kehadapan publik pertama kali di pameran kedirgantaraan internasional Paris Air Show 2023.

Aarok dirancang untuk peran ISR (Intelijen, Pengawasan, dan Pengintaian) serta misi penyerangan selama 24 jam penuh.

Untuk spesifikasinya, pesawat memiliki berat landas maksimum (MTOW) 5,4 ton dengan muatan total hingga 2.700 kg (termasuk muatan senjata 1.500 kg).

Drone yang memiliki penampilan seperti pesawat latih tanpa kokpit ini dibekali satu mesin turboprop Pratt & Whitney Canada (PWC) PT6 berkekuatan 1.200 hp.

Paket ISR untuk Aarok termasuk sensor optronik dan elektromagnetik berperforma tinggi, berupa Wescam MX-25 atau Euroflir 610 sebagai opsi.

Sedangkan untuk misi serang, Aarok dapat dipersenjatai dengan rudal udara permukaan buatan dalam negeri AASM Hammer yang diproduksi oleh Safran Electronics & Defense.

Selain itu, Aarok juga dapat mengusung rudal udara ke permukaan AGM-114 Hellfire buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat.

Di kelasnya, Aarok akan bersaing langsung dengan drone intai bersenjata MQ-9 Reaper dari AS, CH-4 dari China, dan Bayraktar TB2 dari Turkiye. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *