AIRSPACE REVIEW – Airbus telah mencapai tonggak penting dalam pengembangan A350 Freighter (A350F) dengan kedatangan bagian badan pesawat pertama prototipe MSN700 di jalur perakitan akhir di Toulouse, Prancis.
Bagian depan seksi 11-14 dan bagian tengah seksi 15-21 diproduksi di pabrik Airbus Atlantic di Montoir-de-Bretagne, sebelumnya Saint-Nazaire.
Sebelumnya, Airbus juga telah menyelesaikan perakitan stabilizer horizontal pertama untuk A350F di fasilitas Getafe di Spanyol.
A350F merupakan varian dari A350-1000 untuk pengangkutan kargo. Pesawat ini dapat mengangkut kargo udara dengan kapasitas 111 ton dan jangkauan terbang hingga 4.700 mil laut (8.700 km).
Lebar badan pesawat 5,86 m memungkinkannya untuk mengakomodir hingga 30 palet di dek atas dan 12 di dek bawah.
Versi freighter ini juga dilengkapi pintu kargo terbesar dengan lebar 4,31 m, yang memudahkan pemuatan barang-barang berukuran besar.
Meskipun peluncuran awal direncanakan pada tahun 2026, tantangan rantai pasokan, khususnya yang terkait dengan pemasok Spirit AeroSystems, telah menunda masuknya layanan A350F hingga paruh kedua tahun 2027.
Airbus telah mengantongi sejumlah pesanan dari operator seperti CMA CGM Air Cargo, MNG Airlines, dan Singapore Airlines bagi pesawat dengan tingkat pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi CO₂ hingga 40% dibandingkan dengan pesawat kargo sebelumnya tersebut.
A350F akan bersaing dengan Boeing 777-8F yang saat ini telah memiliki 59 pesanan terkonfirmasi. Sementara Airbus telah mengantongi 65 pesanan pasti untuk A350F. (RNS)

