AIRSPACE REVIEW – Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) menyatakan akan menambah armada dronenya dari 600 unit saat ini menjadi lebih dari 8.000 unit pada tahun 2029.
Drone yang akan dibeli mulai dari drone nano untuk pengintaian jarak dekat hingga drone kamikaze untuk melancarkan serangan presisi.
Bundeswehr menegaskan niatnya untuk menjadikan sistem nirawak sebagai elemen sentral dari operasi tempur dan dukungan di masa depan.
Program pengadaan meliputi 1.200 drone nano untuk pengintaian jarak sangat pendek guna observasi di wilayah perkotaan atau tempat vegetasi lebat.
Lalu 3.028 jenis drone mini untuk pengawasan jarak pendek/sedang penerus drone ALADIN dan FALKE yang digunakan saat ini.
Sementara untuk memperkuat komunikasi taktis dan memastikan konektivitas tanpa gangguan di seluruh unit yang tersebar luas, sekitar 800 drone medium/besar dengan fungsi relai akan diakuisisi.
Penambahan ini juga termasuk drone kamikaze sekitar 3.000 unit. Dua sistem drone saat ini sedang menjalani uji coba oleh Bundeswehr untuk dipilih yang terbaik.
Dengan rencana pengadaan yang masif ini, Bundeswehr akan menjadi operator drone militer terbesar di Eropa (RBS)

