Drone Heron Mk II Israel terpantau sedang diuji di Jepang, bersaing dengan Bayraktar TB2 dari Turkiye

Jepang evaluasi drone Heron Mk II dari Israel

AIRSPACE REVIEW – Drone intai Heron Mk II buatan Israel terpantau berada di Bandara Shirahama di Jepang untuk pengujian oleh pabrik pesawat Kawasaki Heavy Industries (KHI).

KHI dilaporkan memainkan peran kunci dalam pengujian ini, yang mungkin lebih dari sekadar evaluasi penerbangan.

Pengamat memperkirakan keterlibatan Kawasaki dapat mencakup integrasi sistem, pengujian operasional, dan kemungkinan pengembangan varian domestik yang disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan Jepang.

Dari foto yang beredar di media sosial X, terlihat drone jenis MALE (medium altitude long endurance) tersebut terdaftar dengan nomor registrasi 4X-NBB.

Drone tampak dilengkapi dengan peralatan pengawasan elektronik. Di bawah setiap sayap, pesawat tanpa awak ini dilengkapi antena pendukung elektronik (ESM) untuk pengintaian elektronik.

Badan pesawat juga dilengkapi dua panel abu-abu panjang simetris, yang mungkin merupakan bagian dari sistem peperangan elektronik atau pengintaian.

Kemunculan Heron Mk ll di Prefektur Wakayama terjadi di tengah meningkatnya minat Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF) terhadap drone pengintai dan serang berukuran besar.

Selain Heron MK II, Jepang juga tengah mengevaluasi drone Bayraktar TB2 dari Turkiye.

Mengenai Heron Mk II (Bangau seri ke-2), drone ini dikembangkan IAI (Israel Aircraft Industries) berdasarkan keberhasilan pada Heron Mk l.

Memiliki fisik yang lebih besar, drone dengan berat lepas landas maksimum 1.350 kg ini dibekali mesin piston baru yang lebih bertenaga seri Rotax 915iS.

Heron Mk II dapat terbang hingga ketinggian 35.000 kaki (10.000 m), sedangkan Heron Mk I hanya di 23.000 kaki (7.000 m).

Kecepatan terbangnya mencapai 260 km/jam, sedangkan Heron Mk I hanya 220 km/jam. Sementara daya tahan misi (endurance) tetap sama yakni 45 jam.

Fitur menonjol dari Heron Mk II adalah kemampuannya untuk melakukan pengumpulan data intelijen dari jarak puluhan kilometer jauhnya tanpa melintasi perbatasan suatu negara. Hal ini berkat sensornya yang lebih besar dan lebih baik.

Di dalam ruang badannya yang lebih luas, Heron Mk II dapat membawa muatan misi hingga 470 kg. Perutnya dapat memuat terminal komunikasi satelit integral dan komputer misi secara terpisah.

Heron Mk II juga dapat membawa perangkat misi seperti ELINT, COMINT, ESM, relai komunikasi, radar apertur sintetis (SAR), maupun radar pengawasan maritim.

Selain itu, Heron Mk II mengadopsi perangkat komunikasi pita lebar untuk mentransfer data ke stasiun bumi serta teknologi satelit untuk melakukan operasi jarak jauh melalui paket Long Runner. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *