Taiwan akan memproduksi massal rudal pertahanan udara Tien Kung IV berjangkauan 200 km dan ketinggian hingga 70 km
NCSIST AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan (MND) menyatakan Taiwan akan memulai produksi massal sistem rudal pertahanan udara Tien Kung IV (Sky Bow IV) buatan dalam negeri.
Sebanyak 122 pod rudal akan diakuisisi, dengan rincian 46 unit dijadwalkan untuk pengiriman tahun 2026 dan 76 sisanya akan menyusul pada 2027. Setiap pod rudal dirancang untuk menampung satu rudal pencegat.
Keputusan Taiwan untuk mempercepat produksi dan penyebaran Tien Kung IV didorong oleh memburuknya keteganan dengan China.
Diketahui, selama dua tahun terakhir militer China semakin meningkatkan kampanye militernya, termasuk latihan perang angkatan lautnya di perairan yang mengelilingi Taiwan.
Tien Kung IV merupakan evolusi tercanggih dari seri Sky Bow Taiwan dan dikembangkan di bawah program pertahanan udara canggih Chiang Kung (Strong Bow) oleh Institut Sains & Teknologi Nasional Chung-Shan (NCSIST).
Rudal ini merupakan pencegat berbahan bakar padat dua tahap yang dilengkapi dengan kendali vektor dorong (TVC) canggih untuk kemampuan manuver di tengah lintasan dan intersepsi akhir dengan gravitasi tinggi.
Rudal dilengkapi pencari homing radar aktif yang beroperasi dalam spektrum pita-X, mampu melakukan akuisisi dan diskriminasi target secara otonom dalam lingkungan dengan interferensi elektromagnetik tinggi.
Tien Kung IV terintegrasi ke dalam platform peluncuran vertikal bergerak yang kompatibel dengan arsitektur pertahanan rudal Taiwan yang sudah ada.
Sistem ini dikelola melalui jaringan kendali tembakan digital dengan dukungan radar array bertahap untuk pelacakan dan penanggulangan multitarget secara simultan.
Rudalnya dirancang untuk mencegat berbagai ancaman udara, termasuk rudal jelajah supersonik, rudal balistik taktis, dan wahana manuver masuk kembali (MARV).
Tien Kung IV diyakini menggabungkan teknologi panduan hit-to-kill dan kendaraan pembunuh kinetik (KKV) yang meningkatkan daya mematikannya terhadap ancaman balistik di lapisan ekso atmosfer dan endo atmosfer atas.
Sistem ini menawarkan jangkauan tembak efektif horisontal mencapai 200 km dan ketinggian vertikal hingga 70 km. (RBS)

