AIRSPACE REVIEW – Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis Manturov dalam pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa pengiriman pertama pesawat turboprop regional Ilyushin Il-114-300 akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2026.
Pesawat ini merupakan bagian dari strategi pemerintah Rusia untuk menghidupkan kembali industri penerbangan sipil dan mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat.
Il-114-300 merupakan evolusi dari desain pesawat Il-114 Soviet yang dimodernisasi dengan sistem elektronik baru, avionik digital yang dikembangkan secara lokal oleh KRET, mesin yang lebih efisien, dan struktur yang diperkuat.
Berkapasitas hingga 68 penumpang, Il-114-300 dirancang untuk melayani rute regional di daerah terpencil dan dapat dioperasikan dari landasan pacu tak beraspal, bandara dengan infrastruktur terbatas, maupun lingkungan ekstrem, seperti yang terdapat di Siberia dan Arktik.
Pesawat ditenagai oleh mesin TV7-117ST-01, versi sipil dari mesin yang digunakan pada pesawat kargo militer Il-112V.
Pasca kecelakaan fatal Il-112V pada tahun 2021, mesin tersebut mengalami desain ulang teknis, menggabungkan kendali digital penuh generasi berikutnya (FADEC), peningkatan efisiensi, dan peningkatan keandalan.
Sertifikasi mesin ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan penundaan jadwal program.
Kini, dengan pengujian yang dilanjutkan, Il-114-300 diperkirakan akan mendapatkan sertifikasi tipe pada akhir tahun 2025 dan produksi massal dimulai tahun berikutnya.
TASS melaporkan, dua prototipe pesawat Il-114-300 saat ini sedang menjalani uji sertifikasi di lapangan terbang Lukhovitsy yang dioperasikan oleh RSK MiG.
Perakitan serial akan dilakukan di pabrik Sokol di Nizhny Novgorod. Direncanakan, produksi hingga 12 pesawat per tahun dapat dimulai pada tahun 2027.
Perkiraan harga untuk prototipe pertama adalah sekitar 45 juta dolar AS, tetapi akan turun menjadi sekitar 29 juta USD untuk unit produksi..
Selain digunakan oleh operator di dalam negeri Rusia, Il-114-300 juga akan ditawarkan kepada operator penerbangan di negara-negara di Asia Tengah, Afrika, dan Amerika Latin, yang mencari pesawat terbang tangguh, dengan perawatan yang disederhanakan, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang buruk.
United Aircraft Corporation (UAC), yang bertanggung jawab atas program tersebut, juga mempertimbangkan versi khusus Il-114-300 untuk misi patroli maritim, transportasi militer, dan bahkan aplikasi VIP. (RNS)

