AIRSPACE REVIEW – Triliuner Elon Musk mengritik keras jet tempur F-47 yang dikembangkan atas inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam unggahan terbarunya di X, Musk mengatakan bahwa jet tempur F-47 yang dipromosikan oleh Trump sebagai pesawat yang tidak berguna dan membuang-buang sumber daya strategis.
“Menghabiskan lebih dari satu triliun dolar untuk jet tempur berawak baru yang tidak berguna, alih-alih program drone, sungguh merusak keamanan nasional kita,” tulis pemilik SpaceX dan Tesla tersebut.
Musk yang telah bertahun-tahun mengadvokasi penggantian jet tempur berawak dengan drone otonom generasi mendatang, menyatakan dalam beberapa kesempatan bahwa dominasi udara di masa depan akan dicapai oleh kawanan drone yang dikendalikan kecerdasan buatan (AI).
Drone dengan AI, kata Musk, mampu melaksanakan misi dengan presisi lebih tinggi, biaya lebih rendah, dan tanpa membahayakan nyawa manusia.
Visi tersebut sejalan dengan tren yang sudah berjalan di Departemen Pertahanan AS, yang berinvestasi besar-besaran dalam program seperti Collaborative Combat Aircraft (CCA).
Drone canggih tersebut akan diintegrasikan ke dalam skadron tempur generasi kelima F-35 Lightning II dan F-22 Raptor.
Kritik Musk muncul di tengah percepatan pengembangan teknologi perang otonom oleh kekuatan-kekuatan militer terkemuka dunia.
China, misalnya, telah menguji jet tempur nirawak canggih seperti GJ-11 Sharp Sword dan berencana mengintegrasikannya dengan angkatan udara berawaknya dalam sistem hibrida.
Rusia juga memprioritaskan pengembangan pesawat nirawak serang seperti S-70 Okhotnik-B.
Bagi sektor kedirgantaraan dan militer, terutama bagi perusahaan yang terlibat dalam pengembangan pesawat terbang dan sistem tempur, pernyataan Musk memiliki bobot yang signifikan. (RNS)


Bagaimana kabar pesawat SR72 (kabarnya tanpa awak)
Masa depan pertempuran adalah nirawak krn pada pertempuran nyata kecepatan berfikir manusia kalah cepat dgn AI . Sedangkan F 35 aja masih banyak problem.sampai g selesai2 kok mau bikin generasi ke 6 🤣