AIRSPACE REVIEW – Pasukan Rusia meluncurkan drone kamikaze bermesin jet, Dan-M, dari helikopter Mi-8. Cara ini untuk memperluas jangkauan drone sekaligus meminimalkan biaya operasionalnya.
Media Rusia merilis rekaman peluncuran drone tersebut pada 29 Mei 2025 dari heli yang dioperasikan oleh Angkatan Dirgantara Rusia (VKS).
Dikatakan, metode peluncuran Dan-M dari udara memberikan jarak lepas landas dan fleksibilitas yang lebih besar dibandingkan peluncuran dari darat.
Sebelumnya, sumber pertahanan Ukraina melaporkan penggunaan drone kamikaze Rusia tersebut di Krimea.
Drone Dan-M awalnya dirancang sebagai drone target pelatihan bagi unit pertahanan udara Rusia. Kini drone tersebut telah dimodifikasi menjadi drone kamikaze yang mampu membawa muatan berdaya ledak tinggi.
Dan-M ditenagai oleh mesin turbojet kecil dan diluncurkan dari platform darat menggunakan pendorong berbahan bakar padat. Desainnya ringkas dan berkarakteristik siluman dapat menyulitkan tangkapan oleh radar musuh.
Drone ini disebut mampu terbang hingga 40 menit dengan kecepatan jelajah antara 400 dan 750 km/jam. Ketinggian operasional mencapai hingga 9.000 m.
Dengan ukuran panjang 4,6 m, lebar sayap 2,7 m, dan hulu ledak yang diperkirakan sekitar 40 kg, drone kamikaze Dan-M dapat digunakan untuk serangan presisi terhadap target darat.
Setelah dikonfigurasi ulang sebagai drone serang satu arah, Dan-M menjadi pengganti rudal jelajah yang hemat biaya, meskipun dengan jangkauan terbatas.
Walau durasi terbangnya cukup singkat dan jangkauannya hanya beberapa ratus kilometer, drone ini dinilai analis menimbulkan tantangan bagi pertahanan udara Ukraina karena kecepatan dan fleksibilitasnya di ketinggian.
Kemampuan drone untuk menjalankan jalur penerbangan yang kompleks dan menahan manuver gravitasi tinggi meningkatkan kemampuan bertahannya terhadap sistem pertahanan udara jarak pendek. (RNS)

