AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Amerika Serikat secara resmi telah mengizinkan penjualan dua jenis rudal canggih ke Turkiye dengan taksiran senilai 304 juta dolar AS (USD). Departemen Luar Negeri AS menyatakan, rudal yang akan dijual adalah rudal udara ke udara jarak menengah AIM-120C-8 AMRAAM dan rudal jarak dekat canggih AIM-9X Sidewinder.
Izin penjualan persenjataan tersebut telah diumumkan oleh Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA) Departemen Pertahanan AS pada 14 Mei 2025.
Dikatakan, persetujuan ini merupakan bagian dari program Penjualan Militer Asing (FMS) untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Turkiye sebagai sekutu strategis Amerika Serikat di Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO).
Penjualan tersebut juga semakin memperkuat kemitraan militer antara kedua negara serta mengonsolidasikan kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan.
Kontrak pertama, senilai 225 juta USD mencakup pasokan 53 unit rudal AMRAAM serta tambahan enam bagian panduan yang penting untuk penargetan senjata.
Paket tersebut juga mencakup kontainer khusus untuk transportasi dan penyimpanan, peralatan pengujian dan pemrograman ulang (CMBRE), suku cadang, pembaruan perangkat lunak, manual teknis, dan dukungan khusus dalam logistik dan teknik.
Perjanjian kedua, senilai 79,1 juta USD, mencakup 60 rudal Sidewinder Block II dalam konfigurasi All Up Round (AUR) guna menjamin kesiapan operasional segera, selain 11 unit pemandu.
Kontrak kedua juga mencakup kontainer yang disesuaikan, suku cadang, dan layanan teknis untuk pemeliharaan dan pengoperasian sistem yang efisien.
RTX Corporation, perusahaan teknologi pertahanan dan militer AS terkemuka, telah ditunjuk sebagai kontraktor utama untuk kedua kontrak tersebut.
Perusahaan tersebut bertanggung jawab atas produksi dan pengiriman rudal dan komponen terkait.
Persetujuan penjualan rudal udara ke udara ke Turkiye merupakan bagian dari pulihnya hubungan kerja sama militer antara Washington dan Ankara di tengah ketegangan geopolitik baru-baru ini. (RNS)


Strategi pembelian alutsista Turki ke USA sangat tepat dan sesuai kebutuhan, sedangkan pembelian alutsista Indonesia ke USA lebih ke aroma² Politik bukan karena urgenitasnya. Sangat miris makanya sd sekarang antara matra sangat banyak kesenjangan kekuatannya (angkatan udara paling miris) dah gitu amunisi beratnya kurang battle proven cuma jarang puluhan sd seratusan km lebih. Sangat miris!!!