AIRSPACE REVIEW – Militer India secara resmi telah melancarkan serangan ke Pakistan pada Rabu (7/5/2025), dalam operasi bersandi “Sindoor”. Sebanyak sembilan lokasi di Pakistan dan Kashmir Pakistan menjadi target serangan.
Kementerian Pertahanan India menyatakan, serangan dini hari tersebut menargetkan infrastruktur yang menjadi sarang teroris dan tak ada fasilitas militer Pakistan yang menjadi sasaran.
Sumber militer Pakistan mengatakan kepada CNN bahwa secara garis besar serangan India menghantam lima lokasi di Pakistan yakni Kotli, Ahmadpur Timur, Muzaffarabad, Bagh, dan Muridke. Empat lokasi lainnya berada di Kashmir yang dikontrol Pakistan.
Pihak berwenang Islamabad melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 12 orang terluka akibat serangan ini termasuk wanita dan anak-anak.
Lebih lanjut Pakistan mengklaim berhasil menembak jatuh lima jet tempur India dan sebuah drone pengintai yang terlibat dalam serangan tersebut.
Disebutkan, jet tempur India yang berhasil dicegat adalah Rafale dan Su-30MKI. Beberapa foto reruntuhan pesawat segera tersebar secara luas di platform media sosial.
Lalu apa yang menyebabkan India melakukan operasi militer ini?
Semua bermula dari serangan kelompok bersenjata yang menembaki wisatawan di destinasi wisata populer di daerah pegunungan Pahalgam di Kashmir yang dikelola India pada 22 April 2025 lalu.
Sedikitnya 25 warga negara India dan satu warga negara Nepal tewas dalam serangan berdarah itu.
Kejadian ini membuat India geram dan melakukan Operasi Sindoor untuk menghancurkan dan melumpuhkan kelompok bersenjata yang diduga didukung oleh Pakistan tersebut.
Front Perlawanan, yang memiliki hubungan dengan kelompok militan yang bermarkas di Pakistan, Lashkar-e-Taiba, awalnya mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, tetapi kemudian mereka menarik kembali klaimnya. (RBS)

