Bendung kekuatan China, Jepang bakal kerahkan drone pengintai canggih di Pasifik

MQ-9B SeaGuardianGA-ASI

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Jepang dilaporkan tengah bersiap memperketat pengawasan di kawasan Samudra Pasifik. Langkah ini diambil untuk membendung pergerakan militer China yang belakangan ini dinilai semakin agresif.

Menariknya, alih-alih mengandalkan pesawat tempur konvensional, Jepang berencana mengerahkan drone alias pesawat tanpa awak yang dilengkapi radar peringatan dini super canggih.

Menurut laporan media lokal Yomiuri Online (18/5/2026), teknologi baru ini nantinya akan dioperasikan oleh Pasukan Bela Diri Jepang.

Tidak hanya menerbangkan drone, Jepang juga bakal memasang sistem radar bergerak di beberapa pulau strategis, seperti Iwo Jima dan Chichijima di Kepulauan Ogasawara.

Salah satu kandidat kuat yang dilirik Jepang adalah MQ-9B SeaGuardian versi Airborne Early Warning & Control (AEW&C).

Drone canggih ini merupakan buatan pabrikan General Atomics Amerika Serikat, bekerja sama dengan perusahaan pertahanan Saab dari Swedia.

Alasan utama dipilihnya platform drone adalah karena efisiensi. Dibandingkan harus membeli dan mengoperasikan pesawat pengintai berawak ukuran besar yang harganya selangit, drone ini jauh lebih murah dan fleksibel, namun punya kemampuan yang tidak kalah hebat.

Walau tanpa pilot, kemampuan “mata-mata” drone ini sangat mengerikan. Berkat teknologi radar modern yang terpasang di tubuhnya, drone ini bisa melihat ke segala arah (360 derajat) secara bersamaan.

Hebatnya lagi, drone ini sanggup mendeteksi berbagai ancaman dari jarak jauh, mulai dari rudal jelajah, jet tempur musuh, kapal perang, hingga kepungan drone-drone kecil.

Keunggulan lain yang bikin geleng-geleng kepala adalah daya tahannya. Jika pesawat biasa harus sering mendarat untuk isi bensin atau ganti pilot, drone MQ-9B SeaGuardian ini bisa melayang di udara selama lebih dari 40 jam nonstop.

Dengan mesin turboprop yang tangguh, drone berbobot maksimal 6 ton ini bisa terbang setinggi 12.000 meter dan menjelajah jarak hingga lebih dari 9.000 kilometer, yang artinya sangat ideal untuk menjaga lautan Pasifik yang luas dan cuacanya sering tidak menentu.

Jika semua rencana berjalan lancar, Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) ditargetkan mulai menerbangkan drone pengintai ini pada tahun 2027 mendatang.

Kehadiran drone ini nantinya akan memperkuat armada pesawat pengintai berawak yang sudah dimiliki Jepang saat ini, yaitu E-2D Advanced Hawkeye, demi memastikan tidak ada penyusup yang lolos ke wilayah mereka. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *