Super Hornet AL AS bawa rudal baru AIM-260A JATM, pesaing PL-15 China dan R-37M Rusia
Jonathan Tweedy AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut AS (USN) menerbangkan jet tempur F/A-18F Super Hornet yang ditengarai membawa rudal udara ke udara baru AIM-260A JATM (Joint Advanced Tactical Missile).
Berdasarkan foto yang beredar, di pesawat yang terbang dari Pangkalan Angkatan Udara Eglin pada 13 Mei 2026 tersebut, terlihat rudal tersebut yang sebelumnya dirahasiakan telah memasuki fase pengujian integrasi.
AIM-260 JATM dirancang untuk menggantikan rudal udara ke udara AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile) buatan Raytheon yang telah digunakan sejak 1991.
Kehadiran AIM-260A yang dikembangkan oleh Lockheed Martin ini diharapkan mengembalikan keunggulan AS terhadap rudal udara ke udara jarak jauh canggih buatan China dan Rusia saat ini.
Secara dimensi, AIM-260A tak berbeda dengan AIM-120D. Rudal dapat tetap dibawa oleh jet tempur Angkatan Laut dan Udara AS, seperti F/A-18E/F, F-35C serta F-15, F-16, F-22, F-35A hingga jet tempur nirawak masa depan hingga jet tempur generasi ke-6.
AIM-120D memiliki panjang 366 cm, diameter 18 cm, dan bobot sekitar 160 kg. Rudal meluncur dengan kecepatan 4 Mach dan jangkauan tembak 160 km.
Sedangkan dimenasi detail AIM-260A hingga saat ini belum diungkapkan. Namun diperkirakan rudal ini memiliki kecepatan lebih tinggi hingga 5 Mach dan jangkauan tembak lebih jauh, setidaknya hingga 200 km.
Sementara rudal PL-15 China masih lebih unggul, karena memiliki kecepatan 5 Mach dan jangkauan 300 km.
Begitu pula dengan Rusia, yang diwakili dengan R-37M berkecepatan 5 Mach dan berjangkauan 300-400 km. (RBS)

