Korvet Burya resmi bertugas di Armada Baltik Rusia, isinya full rudal
Russian MoD AIRSPACE REVIEW – Di tengah tensi yang masih memanas, Angkatan Laut Rusia baru saja menyambut anggota baru untuk memperkuat Armada Baltik mereka.
Tepat pada 8 Mei 2026, sebuah upacara resmi digelar di Baltiysk untuk meresmikan Burya, korvet rudal kedelapan dari keluarga Project 22800 Karakurt.
Menariknya, peresmian ini dilakukan hanya sehari setelah Ukraina meluncurkan serangan drone kamikaze ke kapal jenis serupa di wilayah Laut Kaspia. Seolah ingin menunjukkan taringnya, Rusia langsung memamerkan kapal terbaru ini ke publik.
Si Kecil yang Mematikan
Meski ukurannya tergolong mungil untuk ukuran kapal perang —hanya berbobot sekitar 800 ton—kapal ini punya kemampuan segudang.
Dilengkapi sistem peluncuran vertikal (VLS) yang bisa menembakkan delapan rudal jelajah Kalibr, menjadikannya kapal pemangsa yang hebat.
Rudal ini punya daya jangkau hingga 1.500 km, cukup untuk menjangkau target di seluruh wilayah Ukraina dari perairan pantai.
Berkat desainnya yang ringkas, kapal ini sangat lincah beroperasi di area pesisir yang dangkal, tempat yang sulit dijangkau oleh kapal perang besar.
Selain rudal Kalibr, Burya juga menggendong rudal supersonik Oniks, sistem pertahanan udara Pantsir-M, hingga meriam laut 76 mm.
Proses kelahiran Burya (nomor lambung 257) sebenarnya memakan waktu yang cukup lama. Kapal hasil rakitan Galangan Pella di Otradnoye ini mulai dibangun sejak akhir 2016.
Setelah diluncurkan pada 2018, kapal ini harus melewati serangkaian uji coba laut di Laut Baltik sejak Oktober 2022 sebelum akhirnya dinyatakan siap tempur bulan ini.
Dalam hal spesifikasi teknis, Burya mampu melaju hingga 30 knot (sekitar 56 km/jam). Kapal dapat beroperasi selama 12–15 hari di laut lepas tanpa bersandar.
Untuk beroperasi di laut, korvet ini ditenagai mesin diesel berkecepatan tinggi M507D-1 buatan Zvezda, Saint Petersburg.
Rusia berencana membangun total 16 unit korvet tipe ini. Dengan biaya produksi yang relatif lebih hemat dibanding kapal fregat besar, kelas Karakurt menjadi strategi efisien bagi Moskow untuk menjaga dominasi di wilayah perairan strategis mereka. (RBS)

