Korps Marinir AS desak penambahan armada: Targetkan 40 kapal amfibi demi keamanan global

USS America LHA-6US Navy

AIRSPACE REVIEW – Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) secara resmi menyatakan perlunya memperkuat armada laut mereka dengan menargetkan kepemilikan sekitar 40 kapal perang amfibi.

Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan kesiapan operasional dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan global yang semakin dinamis.

Berdasarkan laporan terbaru, kebutuhan tersebut mencakup kombinasi strategis antara kapal amfibi besar (L-class) dan kapal pendarat jenis baru.

Rincian kebutuhan yang diusulkan adalah 31 kapal amfibi besar termasuk kapal jenis LHA/LHD dan LPD-17 untuk mengangkut pasukan dan pesawat tempur.

Kemudian 18 hingga 35 Landing Ship Medium (LSM). Ini adalah kapal pendarat menengah yang lebih lincah untuk mendukung operasi di wilayah pesisir dan kepulauan.

Letnan Jenderal Karsten Heckl, Wakil Komandan Korps Marinir untuk Integrasi Tempur, menegaskan angka ini bukan sekadar keinginan, melainkan kebutuhan minimum.

Tanpa jumlah armada yang memadai, kemampuan Marinir untuk merespons krisis secara cepat, baik konflik bersenjata maupun bantuan kemanusiaan, akan berada dalam risiko besar.

Kebutuhan akan 40 kapal ini juga berkaitan erat dengan strategi AS di kawasan Indo-Pasifik.

Dengan kondisi geografis yang didominasi oleh perairan dan gugusan pulau, kapal amfibi menjadi instrumen utama untuk memindahkan logistik, kendaraan lapis baja, serta jet tempur F-35B ke lokasi strategis tanpa bergantung pada pangkalan darat yang permanen.

Meskipun menghadapi tantangan anggaran dan perdebatan di internal Pentagon, pihak Marinir terus mendesak Kongres agar memprioritaskan pendanaan armada amfibi.

Mereka berargumen bahwa fleksibilitas kapal-kapal ini adalah kunci utama untuk menjaga kehadiran militer Amerika Serikat tetap relevan dan ditakuti di panggung internasional. (RW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *