AS kucurkan Rp7,9 triliun untuk upgrade radar F-16 Pakistan: Tetap signifikan walau bukan radar AESA

F-16 PakistanVia API

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Amerika Serikat melalui Angkatan Udara AS (USAF) secara resmi memberikan kontrak senilai 488 juta USD (sekitar Rp7,9 triliun) kepada perusahaan pertahanan Northrop Grumman untuk peningkatan sistem radar pesawat jet tempur F-16 milik beberapa negara, termasuk Pakistan.

Langkah ini memicu kekhawatiran di pihak India, karena dinilai dapat menempatkan Angkatan Udara India (IAF) dalam posisi yang kurang menguntungkan.

Berdasarkan laporan dari Dawn dan India.com, kontrak berjenis Indefinite Delivery/Indefinite Quantity (IDIQ) ini mencakup dukungan teknik dan teknis jangka panjang untuk sistem radar F-16.

Pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan ini ditargetkan selesai pada 31 Maret 2036, yang berarti armada F-16 Pakistan diperkirakan akan tetap beroperasi secara tangguh setidaknya hingga tahun 2040.

Para ahli pertahanan India memandang paket dukungan radar ini sebagai “pengganda kekuatan tersembunyi” (hidden force multiplier).

Meskipun AS tidak memberikan sistem radar AESA APG-83 yang paling canggih, peningkatan perangkat lunak pada sistem radar lama (AN/APG-66 dan AN/APG-68) milik Pakistan cukup signifikan.

Dengan peningkatan ini, jet F-16 Pakistan akan mampu melacak pesawat India dari jarak yang lebih jauh.

Radar baru dirancang lebih tahan terhadap sistem pengacau sinyal (jammer) yang selama ini diandalkan oleh jet tempur India seperti Sukhoi Su-30MKI dan Rafale.

Melalui integrasi jaringan Link-16, armada F-16 Pakistan dapat berbagi data waktu nyata (real-time) antar pesawat, stasiun radar darat, dan pusat komando.

    Meskipun memberikan peningkatan signifikan, AS tampaknya berusaha menjaga hubungan dengan India dengan tidak memberikan teknologi radar AESA (Active Electronically Scanned Array) yang murni ofensif kepada Pakistan.

    Dengan hanya memberikan pemeliharaan pada radar mekanis lama, AS mengirimkan sinyal bahwa dukungan ini bersifat defensif demi menjaga stabilitas armada Pakistan tanpa memberikan keunggulan ofensif yang drastis.

    Namun, kenyataan bahwa armada F-16 Pakistan pernah digunakan dalam konflik melawan India di masa lalu, seperti pada tahun 2019, membuat India tetap waspada.

    Saat ini, Pakistan tercatat memiliki sekitar 85 unit F-16 yang terdiri dari varian Block 15 (lama) dan Block 52 (lebih baru).

    Dengan adanya pembaruan ini, tantangan bagi Angkatan Udara India untuk melakukan intersepsi atau gangguan elektronik terhadap jet tempur Pakistan diprediksi akan menjadi jauh lebih sulit dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun ke depan. (PN)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *