AIRSPACE REVIEW – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Eropa, Hungaria secara resmi memperkuat armada udara mereka.
Angkatan Udara Hungaria baru saja menerima pengiriman dua unit tambahan jet tempur Saab Gripen C dari Swedia.
Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pertahanan udara negara tersebut dalam kerangka kerja NATO.
Penambahan ini merupakan bagian dari kesepakatan yang ditandatangani awal tahun ini, yang bertujuan untuk memperluas armada tempur Hungaria sekaligus memperpanjang kerja sama logistik dan operasional dengan pihak Swedia.
Penambahan unit baru ini membawa jumlah total armada Gripen C/D Hungaria menjadi 18 unit. Hungaria memesan tambahan empat Gripen C melalui kontrak pada tahun 2024.
Pesawat-pesawat ini telah ditingkatkan ke standar terbaru, yang mencakup kemampuan radar yang lebih tajam, sistem komunikasi terenkripsi, dan integrasi senjata berpemandu modern.
Menteri Pertahanan Hungaria menyatakan bahwa penguatan ini bukan sekadar rutinitas militer, melainkan respons langsung terhadap perubahan situasi keamanan di Eropa Timur.
Hungaria memandang peningkatan kekuatan udara sebagai prioritas utama untuk menjaga kedaulatan wilayah udara nasional dan memberikan kontribusi lebih besar dalam misi kepolisian udara NATO.
Hungaria telah mengoperasikan jet tempur buatan Saab ini sejak tahun 2006 melalui skema sewa-beli (lease-to-buy).
Kesuksesan operasional Gripen di Hungaria, yang dikenal efisien dalam biaya perawatan namun tetap mematikan di udara, menjadi alasan utama Budapest memilih untuk menambah unit yang ada daripada beralih ke platform lain.
Jet Gripen dikenal memiliki waktu turnaround yang sangat cepat, memungkinkan pesawat kembali ke udara dalam waktu singkat setelah mendarat.
Sistem pada unit baru ini sepenuhnya kompatibel dengan standar teknologi sekutu, memudahkan misi bersama di wilayah Baltik dan sekitarnya.
Perjanjian tersebut juga mencakup pelatihan pilot tambahan dan dukungan pemeliharaan berkelanjutan dari pihak pabrikan hingga dekade mendatang.
Langkah Hungaria ini menambah daftar negara-negara Eropa Tengah dan Timur yang tengah berlomba-lomba memperbarui alutsista udara mereka.
Dengan masuknya unit-unit baru ini, Angkatan Udara Hungaria kini memiliki fleksibilitas lebih besar untuk melakukan patroli udara jarak jauh dan misi pengintaian di sepanjang perbatasan timur aliansi.
Kehadiran jet tempur tambahan ini menegaskan komitmen Hungaria untuk tetap menjadi pemain kunci dalam stabilitas keamanan kolektif Eropa, sekaligus menandai babak baru hubungan pertahanan yang semakin erat antara Budapest dan Stockholm. (RW)

