USAF pamerkan pengebom B-1B Lancer yang dilengkapi rudal hipersonik AGM-183 ARRW

B-1B membawa rudal AGM-183 ARRWUSAF

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara AS (USAF) secara resmi mengungkap konfigurasi terbaru dari pesawat pengebom strategis B-1B Lancer yang kini dilengkapi dengan senjata hipersonik AGM-183A Air-Launched Rapid Response Weapon (ARRW).

Dalam sebuah video singkat yang dirilis oleh Pangkalan Angkatan Udara Edwards pada akhir April 2026, pengebom supersonik tersebut terlihat terbang dengan membawa rudal ARRW pada gantungan eksternal (external pylon).

Penampakan ini menandai langkah signifikan dalam modernisasi armada pengebom jarak jauh AS untuk menghadapi tantangan peperangan masa depan.

AGM-183A ARRW bukanlah rudal jelajah biasa. Senjata ini merupakan boost-glide weapon yang dirancang untuk meluncur dengan kecepatan hipersonik (melebihi Mach 5) setelah dilepaskan dari pesawat.

Dengan lintasan yang sulit diprediksi dan kecepatan yang sangat tinggi, ARRW mampu menembus sistem pertahanan udara musuh yang paling canggih sekalipun.

Rudal ini difokuskan untuk menyerang target bernilai tinggi dan sensitif terhadap waktu, seperti infrastruktur pendukung rudal, pusat komando dan kendali, serta sistem radar musuh di lingkungan yang dijaga ketat (Anti-Access/Area Denial atau A2/AD).

Integrasi ARRW pada B-1B mengubah peran pesawat buatan Rockwell International (tahun 1996 melebur ke Boeing) ini.

Meski sudah cukup berumur, B-1B tetap menjadi andalan karena kapasitas muatannya yang besar (mencapai 75.000 pon) dan kecepatannya yang mencapai Mach 1.2.

Dengan modifikasi pada sistem gantungan senjata (Load Adaptable Modular pylon), B-1B kini dapat berfungsi sebagai “truk peluncur udara” untuk senjata-senjata berukuran besar dan berat.

Hal ini memungkinkan AS untuk melakukan serangan presisi jarak jauh tanpa harus mengekspos pesawat ke zona bahaya yang paling padat.

Langkah ini dinilai sebagai pesan kuat bagi para pesaing strategis AS, terutama di kawasan Indo-Pasifik dan Eropa.

Kehadiran B-1B yang dipersenjatai rudal hipersonik akan mempersulit perencanaan militer lawan karena memperpendek waktu reaksi mereka terhadap serangan Amerika.

Meskipun sistem ARRW masih harus melewati serangkaian pengujian dan sertifikasi lebih lanjut, anggaran militer AS tahun 2027 telah mencantumkan pendanaan khusus untuk produksi dan pemeliharaan senjata ini.

Hal ini menunjukkan komitmen serius Washington dalam mempertahankan keunggulan teknologi di bidang senjata hipersonik di tengah persaingan global yang kian memanas.(RW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *