Rusia kembangkan jaring antidrone Darwin-Z yang bisa menutup diri sendiri setelah terkena ledakan

Jaring antidrone buatan Rusia - Dapat menutup sendiri setelah terkena ledakanExpo.UAV

AIRSPACE REVIEW – Rusia telah mengembangkan jaring antidrone unik bernama “Darwin-Z” yang memiliki kemampuan khusus untuk menutup diri atau menyempitkan lubang secara otomatis setelah terkena ledakan drone.

Dmitry Dorofeev, Direktur Jenderal Mechanical Protection Systems (Sistemy Mekhanicheskoy Zashchity), mengatakan bahwa jaring ini dirancang untuk mengatasi kelemahan jaring pelindung konvensional, seperti diberitakan RIA Novosti .

Dijelaskan bahwa sel jaring ini memiliki desain berbentuk huruf Latin “Z”. Ketika sebuah drone meledak pada jaring tersebut, struktur jaring tidak hancur berantakan, melainkan sel-sel di sekitarnya akan bergeser dan sebagian menutup lubang yang terbentuk.

Hal ini mengurangi area kerusakan hingga 50%, sehingga menyulitkan drone berikutnya untuk masuk melalui jalur yang sama.

Jaring ini terbuat dari polipropilena dengan bobot yang sangat ringan, hanya sekitar 40 gram per meter persegi.

Berbeda dengan jaring ikan biasa yang sering digunakan tentara dan sulit dipasang, Darwin-Z dikirim dalam bentuk satu lembaran utuh yang siap pasang.

Jaring ini bisa dipasang pada penyangga apa pun, mulai dari profil logam hingga tiang kayu sederhana.

Di bagian tepi dan zona-zona kunci jaring, terdapat sel-sel kekuatan khusus yang saat diregangkan akan membentuk urat-urat yang berfungsi sebagai kabel penahan beban.

    Inovasi ini diharapkan menjadi solusi yang lebih efisien bagi unit teknik Rusia dalam melindungi objek dari serangan drone FPV dibandingkan penggunaan jaring ikan tradisional yang mudah robek dan sulit dalam pemasangannya. (AF)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *