AIRSPACE REVIEW – Jerman telah mulai mengirimkan sejumlah tank tempur utama (MBT) Leopard 2A8NOR ke Norwegia, menjadikannya sebagai operator asing pertama dari varian tercanggih keluarga Leopard tersebut.
Dilaporkan tank-tank tersebut diproduksi di Jerman dan diangkut melalui jalan darat ke pelabuhan Kiel sebelum dimuat ke kapal feri untuk pengiriman ke Oslo.
Selanjutnya tank dipindahkan ke Rena Camp, di mana upacara resmi penerimaan dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026, di hadapan para pejabat Kementerian Pertahanan Norwegia.
Akuisisi Leopard 2A8NOR ini sendiri sebelumnya telah disetujui oleh parlemen Norwegia pada tahun 2023 yang bernilai sekitar 23,4 miliar NOK atau setara dengan sekitar 2 miliar euro.
Program pengadaan keseluruhan mencakup 54 tank, dengan pengiriman yang direncanakan dari tahun 2026 hingga tuntas 2028.
Disebutkan 17 tank dikirim langsung dari Jerman, dan 37 sisanya akan dirakit di Norwegia oleh Ritek di Levanger, Trondelag.
Tank baru ini menghadirkan daya tembak ampuh, konektivitas digital, dan sistem perlindungan aktif yang dirancang untuk melawan drone dan ancaman antitank modern.
Integrasi mereka ke dalam pasukan Norwegia meningkatkan kemampuan keterlibatan jarak jauh dan mendukung operasi multi domain yang semakin terhubung dalam lingkungan konflik intensitas tinggi.
Leopard 2A8NOR sendiri berbeda dari Leopard 2A8 standar terutama melalui arsitektur elektronik dan digitalnya.
Perubahan inti adalah ICS dikembangkan oleh Kongsberg, juga disebut CORTEX, yang mengelola perutean data internal di seluruh subsistem dan komunikasi eksternal dengan elemen tempur lainnya.
Sistem ini mengintegrasikan komponen tambahan, termasuk sistem navigasi FACNAV dari Teleplan Globe dan sistem manajemen medan perang NorBMS.
Sementara, sistem pengendalian tembakan sepenuhnya digital dan stabil, memungkinkan penembakan akurat saat kendaraan bergerak dan mengintegrasikan berbagai masukan sensor ke dalam satu solusi penargetan.
Sistem ini mencakup alat bidik pencitraan termal untuk penembak dan komandan, pengukur jarak laser, dan komputer balistik yang mampu menerapkan koreksi waktu nyata berdasarkan data lingkungan.
Untuk persenjataannya, Leopard 2A8NOR mengusung kanon standar Rheinmetall L55A1 120 mm dengan panjang laras sekitar 6,6 m.
Kanon ini menembakkan berbagai amunisi standar NATO, termasuk peluru APFSDS (Armor-Piercing Fin-Stabilized Discarding Sabot) dan amunisi berdaya ledak tinggi yang dapat diprogram.
Jangkauan tembak efektif kisaran 4.000 m hingga 5.000 m, tergantung pada jenis amunisi dan kondisi lingkungan.
Leopard 2A8NOR vmenggunakan pelindung komposit modular yang dirancang untuk mengatasi berbagai jenis ancaman sekaligus memungkinkan penggantian atau peningkatan modul pelindung.
Tank juga dilengkapi sistem perlindungan aktif EuroTrophy, yang menggunakan susunan radar untuk mendeteksi ancaman yang datang dan sistem penangkal untuk mencegatnya sebelum mengenai sasaran.
Ancaman yang bisa ditangani oleh sistem ini meliputi rudal antitank berpemandu, granat berpeluncur roket (RPG), dan ancaman drone.
Tank dengan bobot tempur sekitar 69 ton ini dibekali dengan penggerak mesin diesel MTU MB 873 Ka-501 berdaya 1.500 hp. Kecepatan maksimumnya 70 km/jam dan jangkauan operasi 450 km. (RBS)

