Peluang jet tempur Su-57E Rusia menguat di India, ungguli para pesaing dari Barat

Rafale India dan Su-57E RusiaIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Jet tempur generasi kelima Rusia, Su-57E, dilaporkan mulai mengungguli para pesaingnya dari Barat dalam tender pengadaan pesawat tempur serbaguna (MRFA) di India.

Peluang pesawat tempur generasi kelima dari Moskow tersebut menguat untuk diakuisisi New Delhi.

Faktor biaya dan tawaran transfer teknologi menjadi alasan utama mengapa India kembali melirik jet tempur canggih ini untuk memperkuat armada udaranya.

Seperti diketahui, India saat ini sedang mendiskusikan pengadaan 114 jet tempur melalui skema tender MRFA.

Di tengah keterbatasan anggaran pertahanan, aspek harga menjadi variabel krusial dalam menentukan pemenang, sumber India menyebutkan.

Para pakar memperkirakan bahwa dalam pembelian skala besar, harga per unit pesawat (airframe) Su-57E dapat ditekan hingga kisaran 80–100 juta USD.

Jika ditotal dengan paket lengkap yang mencakup persenjataan, pemeliharaan, dan infrastruktur, biayanya diperkirakan mencapai 120–140 juta USD per pesawat.

Angka ini jauh lebih kompetitif dibandingkan jet tempur generasi kelima atau generasi 4++ buatan Barat lainnya.

Bagi India, keseimbangan antara kualitas teknologi dan biaya sangat penting untuk memenuhi target pengadaan 114 unit pesawat tanpa membebani kas negara secara berlebihan.

Selain harga, Rusia menawarkan keunggulan strategis berupa lokalisasi produksi.

Jika disepakati, sebagian proses produksi Su-57E akan dilakukan di India. Hal ini tidak hanya menurunkan biaya operasional, tetapi juga memberikan kendali lebih besar bagi India dalam pemeliharaan, modernisasi, serta integrasi sistem persenjataan dalam negeri ke dalam pesawat tersebut.

Meski Su-57E semakin menguat, keputusan final memang belum diambil. India masih terus membandingkan karakteristik jet Rusia ini dengan kompetitor Barat, terutama dalam aspek fitur siluman dan dampaknya terhadap program pengembangan jet tempur mandiri India, AMCA (Advanced Medium Combat Aircraft).

Sebelumnya, Rusia menawarkan dua versi Su-57 kepada India, termasuk versi yang mampu mengendalikan drone tempur.

Pihak Rusia bahkan menyatakan kesiapan untuk membuka akses ke kode sumber perangkat lunak (software) pesawat tersebut demi menarik minat New Delhi.

India saat ini masih mendalami tingkat keterbukaan teknologi yang ditawarkan sebelum benar-benar menandatangani kontrak bernilai miliaran dolar tersebut. (AF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *