AIRSPACE REVIEW – Sebuah pesawat tanpa awak (UAV)/drone jenis V-BAT milik Yunani dilaporkan jatuh di lepas pantai Pulau Rodos pada 22 April 2026. Insiden ini memicu spekulasi mengenai penyebab jatuhnya pesawat, dengan dugaan kuat mengarah pada kegagalan teknis atau aktivitas perang elektronik di wilayah tersebut.
Drone buatan Amerika Serikat dengan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) tersebut sedang melakukan misi pengawasan rutin saat insiden terjadi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, drone ini merupakan bagian dari hibah Laskaridis Foundation untuk memperkuat armada keamanan Yunani.
Athena sebelumnya menempatkan dua sistem V-BAT untuk memantau wilayah strategis, yaitu satu unit di jalur Thrace dan Aegia Utara, sementara unit lainnya yang jatuh ini ditempatkan untuk mengawasi wilayah Kepulauan Dodecanese dan Mediterania Timur, termasuk Rodos.
Hingga saat ini, penyebab pasti jatuhnya drone tersebut masih dalam penyelidikan teknis. Namun, para ahli keamanan mulai menyoroti kemungkinan adanya keterlibatan perang elektronik (EW).
Hal ini didasarkan pada meningkatnya aktivitas gangguan sinyal (jamming) di wilayah Laut Aegea belakangan ini. Kemungkinan drone V-BAT Yunani tersebut diinterupsi oleh serangan elektronik pihak luar.
V-BAT adalah drone canggih yang dikembangkan oleh perusahaan Shield AI. Drone ini populer karena desainnya yang unik yang tidak memerlukan landasan pacu khusus atau alat peluncur (catapult).
Drone dapat lepas landas secara vertikal dan bertransisi ke penerbangan horizontal dalam waktu kurang dari 15 detik.
Menggunakan satu mesin penggerak yang terlindungi dalam selubung (shroud), V-BAT aman untuk operasional di ruang terbatas seperti dek kapal.
B-BAT mampu membawa berbagai sensor termasuk elektro-optik/inframerah (EO/IR), radar SAR (Synthetic Aperture Radar), hingga sistem intelijen elektronik.
Kehilangan drone V-BAT menjadi perhatian serius bagi otoritas keamanan Yunani, mengingat peran penting drone ini dalam memantau pergerakan di wilayah perbatasan yang sensitif.
Tim teknis berupaya untuk mengevaluasi data penerbangan terakhir guna memastikan apakah jatuh karena kesalahan mekanis, faktor cuaca, atau memang akibat serangan elektronik secara sengaja. (MA)

