Trump pastikan AS tidak akan gunakan senjata nuklir dalam konflik dengan Iran

Trump mengumumkan program Golden Dome tahun 2025Reuters

AIRSPACE REVIEW – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menyatakan tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam konflik dengan Iran.

Pernyataan tersebut ia sampaikan di Gedung Putih pada Kamis (23/4), sekaligus meredakan kekhawatiran global setelah sebelumnya ia sempat mengancam akan menghancurkan peradaban Iran jika kesepakatan dengan Negeri Persia tersebut tidak tercapai.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Trump mempertanyakan perlunya penggunaan senjata pemusnah massal tersebut, mengingat kekuatan militer konvensional AS diklaim telah melumpuhkan kekuatan Iran.

“Tidak, saya tidak akan menggunakannya (senjata nuklir). Mengapa saya harus menggunakannya ketika kita sudah menghancurkan mereka dengan cara konvensional?” ujar Trump menjawab pertanyaan wartawan.

Ia juga menambahkan pesan tegas bahwa senjata nuklir seharusnya tidak boleh diizinkan untuk digunakan oleh siapa pun.Pernyataan ini menandai perubahan nada bicara yang signifikan.

Pada awal April 2026, Trump sempat mengeluarkan ancaman keras yang memicu kecaman internasional, di mana ia memperingatkan bahwa, “…Seluruh peradaban akan mati malam ini jika Iran tidak segera memenuhi tuntutan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.”

Meskipun Trump telah melunakkan retorika nuklirnya, ia tetap menegaskan komitmennya untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir sendiri.

“Tujuan kami adalah Iran tanpa senjata nuklir yang bisa meledakkan kota-kota kami atau seluruh Timur Tengah,” tegas dia.

Saat ini, gencatan senjata antara AS-Israel dan Iran dilaporkan masih berlanjut guna memberikan ruang bagi proses negosiasi.

Namun, Gedung Putih menyatakan bahwa blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan hingga Teheran bersedia menyepakati perjanjian perdamaian yang permanen.

Sementara itu, pihak Teheran melalui Presiden Masoud Pezeshkian membantah keras klaim Trump mengenai adanya perpecahan internal di Iran.

Pezeshkian menegaskan bahwa rakyat dan pemerintah Iran tetap bersatu padu menghadapi tekanan asing, seraya menambahkan bahwa retorika Washington merupakan upaya gagal untuk melemahkan kedaulatan Iran.

Ia juga menggarisbawahi bahwa Iran tidak akan tunduk pada intimidasi nuklir dan menuntut pencabutan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan mereka sebagai syarat utama bagi dialog perdamaian yang bermartabat. (RW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *