Pelatihan pilot Gripen Ukraina akan dimulai tahun ini di Swedia

Gripen SwediaEdward Snyder

AIRSPACE REVIEW – Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa para pilot Angkatan Udara Ukraina dapat memulai pelatihan menerbangkan jet tempur Gripen Swedia paling cepat pada tahun 2026 ini.

Pernyataan yang dikutip oleh Militarnyi tersebut menunjukkan bahwa perencanaan telah melampaui diskusi awal dan kini memasuki tahap persiapan untuk melatih personel Ukraina di Swedia.

Swedia tercatat sebagai salah salah satu pendukung militer terbesar Ukraina sejak perang dengan Rusia dimulai pada Februari 2022.

Untuk bantuan militer tahun 2026–2027, Swedia telah mengalokasikan 80 miliar kronor (sekitar 8,8 miliar USD). Jumlah ini hampir sama dengan 88,1 miliar kronor yang diberikan antara tahun 2022 hingga 2025.

Pembicaraan mengenai pengenalan jet Gripen ke Ukraina sendiri telah dimulai pada akhir Oktober 2025, ketika Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson dan Zelenskyy menandatangani deklarasi niat kerja sama pertahanan.

Kerja sama strategis tersebut menguraikan rencana pasokan pesawat, pelatihan pilot, pemeliharaan, dan koordinasi yang lebih erat dalam teknologi pertahanan.

Bahkan ada wacana Angkatan Udara Ukraina untuk mengakuisisi 100 hingga 150 pesawat tempur Saab Gripen E/F, meskipun belum ada kontrak atau jadwal pengiriman yang telah diselesaikan.

Gripen adalah pesawat tempur multiperan generasi ke-4,5 yang dikembangkan oleh perusahaan Saab Swedia, untuk misi pertahanan udara, misi serangan permukaan, dan tugas pengintaian.

Dibandingkan dengan jet Eropa Barat lainnya yang lebih besar, Gripen tergolong sebagai jet tempur ringan dengan biaya operasional lebih rendah.

Jet tempur bermesin tunggal ini terkenal dengan kemampuannya untuk lepas landas dari landasan pacu yang lebih pendek, termasuk landasan pacu darurat seperti jalan raya.

Versi terbaru, Gripen E, menambahkan radar dan avionik modern serta dapat membawa beragam senjata canggih. Di antaranya adalah rudal udara ke udara jarak jauh Meteor.

Jika program kerja sama ini berjalan lancar, Gripen akan bergabung dengan pesawat Barat lainnya yang sudah digunakan oleh Angkatan Udara Ukraina termasuk Mirage 2000 dan F-16 Fighting Falcon sebelum tahun 2030. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *