Rusia masukkan perusahaan pertahanan Turkiye ke dalam daftar target militer

Drone pencegat UkrainaPBS

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi merilis daftar negara dan perusahaan yang dianggap terlibat langsung dalam memasok komponen pesawat tak berawak (drone/UAV) untuk Angkatan Bersenjata Ukraina.

Dalam laporan tersebut, Rusia secara terbuka menargetkan perusahaan-perusahaan yang dituduh mendukung kemampuan militer Ukraina melalui produksi suku cadang UAV.

Meskipun Turkiye berupaya menjaga keseimbangan diplomatik yang sensitif dalam perang Rusia-Ukraina, dua perusahaan industri pertahanan Turki turut disebutkan dalam daftar tersebut.

Seperti diberitakan media Turkiye, SavunmaSanayiST, kedua perusahaan pertahanan tersebut adalah Tualcom dan Dowaksa.

Tualcom dituduh mengembangkan penerima sinyal navigasi radio berbasis luar angkasa di dua fasilitas terpisah untuk digunakan pada drone Ukraina.

Sementara Dowaksa dituduh memproduksi material serat karbon di pabrik mereka di Yalova, yang digunakan untuk pembuatan struktur bodi drone Ukraina.

Rusia mengklaim bahwa komponen untuk drone Ukraina tidak hanya berasal dari Turkiye, tetapi juga melibatkan jaringan luas di berbagai negara lain.

Beberapa perusahaan yang disebutkan berasal dari Italia, Jerman, Spanyol, Republik Ceko, dan Israel.

Selain itu, Rusia mencatat adanya peningkatan pendanaan untuk fasilitas produksi yang terkait dengan Ukraina di Inggris, Denmark, Lituania, Belanda, dan Polandia.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, memberikan peringatan keras terkait daftar perusahaan tersebut.

Ia menegaskan bahwa fasilitas produksi di Eropa yang memproduksi drone dan peralatan militer lainnya untuk Ukraina kini berstatus sebagai target potensial bagi Angkatan Bersenjata Rusia.

Menurut Medvedev, kemungkinan serangan terhadap target-target tersebut akan sangat bergantung pada dinamika perkembangan situasi di lapangan. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *