40 perusahaan pertahanan Turkiye berpartisipasi dalam pameran DSA 2026 di Malaysia

40 perusahaan pertahanan Turkiye berpartisipasi di DSA 2026 MalaysiaIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Sebanyak 40 perusahaan pertahanan Turkiye dipastikan akan berpartisipasi dalam pameran Defence Services Asia (DSA) dan National Security (NatSec) Asia 2026 di Kuala Lumpur Malaysia.

Pameran akan dilaksanakan pada 20-23 April di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC).

Duta Besar Turkiye untuk Malaysia, Emir Salim Yuksel, menyatakan bahwa kehadiran 40 perusahaan ini menjadikan Turkiye sebagai salah satu paviliun internasional terbesar dalam ajang tersebut.

Perusahaan-perusahaan tersebut akan memamerkan berbagai inovasi terbaru, mulai dari sistem kedirgantaraan, kendaraan lapis baja, hingga teknologi keamanan siber dan maritim.

Kehadiran masif industri pertahanan Turkiye di Malaysia bukan sekadar pameran produk, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kemitraan di Asia Tenggara.

Turkiye memandang DSA sebagai platform utama untuk menjajaki peluang transfer teknologi (ToT) dan kolaborasi produksi bersama dengan industri pertahanan lokal Malaysia.

“Partisipasi ini mencerminkan kuatnya kepercayaan dan kerja sama antara kedua negara yang terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Dubes Yuksel dikutip kantor berita Bernama.

Kerja Sama Malaysia – Turkiye

Hubungan pertahanan antara Malaysia dan Turkiye telah berkembang pesat dari sekadar pembeli menjadi mitra strategis.

Malaysia merupakan salah satu pelanggan utama teknologi pertahanan Turkiye di Asia Tenggara.

Di matra laut misalnya, Malaysia telah menandatangani kontrak untuk pengadaan tiga unit kapal korvet kelas Ada (MILGEM) di bawah proyek Littoral Mission Ship (LMS) Batch 2.

Kapal ini dikenal dengan kemampuan antikapal selam dan peperangan permukaan.

Di matra uidara, Malaysia mengakuisisi drone ANKA-S buatan Turkish Aerospace. Drone ini memiliki kemampuan pengawasan maritim yang canggih dan dapat beroperasi hingga 30 jam tanpa henti.

Sementara di matra darat, Malaysia mengembangkan bersama kendaraan tempur lapis baja FNSS AV8 Gempita berpenggerak 8X9 dengan perusahaan Malaysia DEFTECH.

Kuala Lumpur juga menjadi pelanggan asing pertama rudal antitank KARAOK buatan Roketsan. Malaysia memesan lebih dari 100 unit rudal ini untuk menggantikan sistem lama. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *