AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Norwegia, Kongsberg Defence & Aerospace, telah mempersenjatai kendaraan lapis baja Inguar-3 buatan Ukraina dengan sistem antidrone, proyeknya didanai oleh donor yang tak disebutkan asalnya.
Inti dari sistem antidrone bergerak ini adalah Kit C-UAS CROWS, yang dirancang untuk mendeteksi dan menyerang drone kamikaze seperti Geran-2 (Shahed-136) yang sering digunakan pasukan Rusia.
Paket ini menggabungkan sensor elektro optik (EO) dan inframerah (IR/termal) dengan modul senjata berupa senapan mesin 12,7 mm yang dioperasikan dari jarak jauh (RCWS).
Selain itu, modul senjata juga dapat dibekali dengan peluncur roket berpemandu laser 70 mm APKWS (Advanced Precision Kill Weapon System).
Roket tersebut menawarkan cara langsung untuk menyerang target udara yang terbang rendah, tanpa bergantung pada rudal pertahanan udara yang lebih besar dan lebih mahal.
Sementara, mengenai Inguar-3 adalah kendaraan lapis baja jenis MRAP (Mine-Resistant Ambush Protected) yang dikembangkan oleh perusahaan Inguar Defence.
Kendaraan berpenggerak 4×4 ini menawarkan perlindungan STANAG Level 3A/3B (tahan proyektil/ranjau), kemampuan off-road tinggi, dan desain modular untuk berbagai misi.
Dengan bobot tempur 13-14,5 ton, Inguar-3 digerakkan menggunakan mesin diesel Deutz berdaya 356 hp. Kecepatan maksimumnya mencapai 120 km/jam dan jangkauan operasi sekitar 700 km.
Disebutkan Inguar-3 yang telah dipasangi Kit C-UAS CROWS tersebut, siap untuk menjalani uji coba lapangan, dan setelah itu akan dikirimkan kepada Angkatan Bersenjata Ukraina, namun jumlahnya tak diungkapkan. (RBS)

