AIRSPACE REVIEW – Pasukan Rusia dilaporkan telah memasang sistem roket peluncur multilaras (MLRS) Type 75 buatan Korea Utara kepada kendaraan darat tak berawak (UGV) Courier, dan kini telah beroperasi di medan tempur Ukraina.
Integrasi baru ini merupakan perluasan persenjataan yang digunakan pada keluarga Courier, sebelumnya telah dilengkapi dengan roket termobarik, mortir, senapan mesin, dan peluncur granat.
Type 75 sendiri merupakan salinan Korea Utara dari peluncur roket Type 63 buatan China, yang terdiri dari 12 laras yang mampu menembakkan roket artileri kaliber 107 mm. Sedangkan yang dipasangkan pada Courier terdiri delapan laras, atau lebih ringan.
Jangkauan tembak efektif roket Type 75 sekitar 8,5 km dan amunisinya berupa fragmentasi berdaya ledak tinggi yang diberi kode RSZO-107-OF atau amunisi kluster dengan 15 submunisi per putaran.
Dipasang langsung pada platform robotik, peluncur ini memungkinkan operator untuk meluncurkan tembakan dari jauh di belakang garis depan atau dalam posisi yang aman.
UGV Courier yang secara resmi diberi nama NRTK “Kuryer” ini terbilang kompak, memiliki dimensi panjang 1,4 m, lebar 1,2 m, dan tinggi 58 cm.
Kendaraan dengan berat 250 kg tersebut ditenagai oleh dua motor listrik yang menghasilkan kecepatan maksimum hingga 35 km/jam, dengan waktu operasi antara 12 dan 72 jam.
Desain modularnya memungkinkan konfigurasi ulang untuk berbagai peran termasuk pertempuran langsung, logistik, pasokan, evakuasi korban, dan peperangan elektronik.
Pada Oktober 2024, dilaporkan sekitar 50 unit Courier telah dikirim ke zona operasional, dan sistem tersebut telah sering muncul dalam video garis depan sejak saat itu.
Militer Rusia sendiri saat ini diperkirakan mengoperasikan total 1.500 UGV, termasuk keluarga Courier yang secara efektif telah dilibatkan dalam operasi tempur di Ukraina.
Pasokan persenjataan Korea Utara ke Rusia cukup besar. Intelijen Ukraina mengatakan bahwa Moskow menerima sekitar 120 sistem artileri jarak jauh, termasuk MLRS Type 75 107 mm, howitzer D-74 122 mm, peluncur roket 240 mm, dan meriam swagerak Koksan 170 mm. (RBS)

