AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Latvia telah menandatangani kontrak dengan perusahaan Brasa Defence Systems, Natrix, dan LV-Teh pada 10 April 2026, untuk memasok sistem darat tanpa awak (UGV) buatan dalam negeri.
Pelaksanaan kontrak akan ditangani oleh Pusat Kompetensi Sistem Otonom dari Pusat Logistik & Pengadaan Pertahanan Negara, sebuah badan khusus dalam infrastruktur akuisisi pertahanan Latvia yang secara khusus dibentuk untuk mengelola program sistem tanpa awak dan otonom.
Berdasarkan ketentuan perjanjian, selain memasok unit kendaraan, ketiga perusahaan tersebut juga akan menyediakan layanan dukungan, perbaikan, garansi, dan modernisasi untuk sistem yang telah dikirimkan.
Angkatan Bersenjata Nasional Latvia juga memiliki hak untuk melakukan pembelian lanjutan yang dipercepat di bawah kerangka kontrak yang sama.
Kontrak tersebut disusun untuk memastikan sistem berkembang seiring dengan umpan balik dari pengguna.
Prajurit yang mengoperasikan platform di lapangan akan memberikan penilaian dan masukan dan pengembang akan dengan cepat menyempurnakan peralatan tersebut.
UGV ini bersifat modular, dapat digunakan dalam beragam misi, mulai dari pembawa logistik, menggotong korban perang, bahkan sebagai wahana untuk dukungan tembakan langsung.
Sistem dioperasikan dari jarak jauh, artinya operator manusia mengendalikannya dari jarak aman, biasanya melalui radio atau tautan data digital.
Ketiga UGV dari pabrikan yang berbeda tersebut memiliki konfigurasi yang sama, model berpenggerak 4×4, dibekali sistem propulsi listrik dan bersifat modular.
Bagi Latvia yang berbatasan langsung dengan Rusia dan Belarus, secara konsisten memprioritaskan investasi dalam kemampuan asimetris dan tanpa awak sebagai bagian dari strategi pertahanan nasionalnya. (RBS)

