AIRSPACE REVIEW – Prancis telah memesan lima sistem drone helikopter Camcopter S-100F dari Schiebel, Austria untuk angkatan lautnya, guna memperluas cakupan ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) fregat FREMM.
Akuisisi ini menambah S-100F total menjadi delapan unit dan mengambil-alih tugas pengawasan dan penargetan dari helikopter berawak berbasis kapal yang ada.
Dalam misinya, drone S-100F mengalirkan data secara waktu nyata ke sistem tempur melalui SMS (Steeris Mission System), yang mempercepat pengambilan keputusan maritim dan memperkuat kesadaran situasional berkelanjutan di atas kapal.
Untuk spesifikasinya, S-100F memiliki berat lepas landas maksimum (MTOW) 200 kg dan kapasitas muatan hingga 50 kg.
Drone terbang dengan kecepatan jelajah 100 knot (185 km/jam), ketinggian terbang maksimum 5.500 m, jangkauan tautan data hingga 200 km; dan daya tahan enam jam.
Kombinasi muatan yang bisa dibawa S-100F termasuk menara EO/IR, radar SAR/GMTI, paket ESM/SIGINT, dan penerima AIS, serta kamera MX10 generasi terbaru.
Kehadiran S-100F ini akan memberikan kapal fregat kemampuan pengintaian udara berkelanjutan dan dapat diluncurkan sesuai permintaan tanpa harus menggunakan helikopter berawak.
Karena sanggup lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa ketapel atau peralatan pemulihan, S-100F dapat diluncurkan dengan cepat.
Drone dapat melakukan pengamatan siang atau malam, memasukkan citra waktu nyata ke dalam sistem misi, dan memperluas jangkauan pencarian dan identifikasi kapal di luar garis pandang. (RBS)

