Kirimkan kapal serbu amfibi USS Tripoli, AS perkuat armada di Timur Tengah
US Navy AIRSPACE REVIEW – Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah secara signifikan dengan mengerahkan kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7).
Langkah ini bukan sekadar peringatan, melainkan penempatan aset tempur strategis untuk mengamankan Selat Hormuz dari gangguan Iran yang mengancam jalur minyak dunia.
USS Tripoli bukan sekadar kapal angkut, melainkan pangkalan tempur bergerak yang dirancang untuk serangan udara intensif.
Kapal ini membawa jet tempur siluman generasi kelima F-35B yang bisa menyerang target di darat maupun laut dari jarak ratusan kilometer dengan presisi tinggi.
Dalam mode tempur penuh, USS Tripoli mampu mengoperasikan 20 jet F-35B sekaligus, menjadikannya mesin penghancur yang setara dengan kapal induk ringan.
Berbeda dengan kapal amfibi lama, USS Tripoli memiliki hanggar luas dan cadangan bahan bakar besar untuk mendukung perang udara jangka panjang tanpa harus sering kembali ke pangkalan.
Di dalam kapal tersebut terdapat 2.500 Marinir yang merupakan pasukan reaksi cepat. Kapal ini dilengkapi dengan helikopter serang Viper yang dinilai efektif untuk menghancurkan kapal-kapal cepat yang biasa digunakan pasukan Iran untuk provokasi.
Selain itu ada pesawat MV-22 Osprey untuk mobilisasi pasukan ke wilayah musuh di pedalaman dengan sangat cepat.
USS Tripoli disertai armada pendamping yang membawa rudal jelajah Tomahawk, siap menghantam sasaran strategis di daratan Iran jika eskalasi memuncak.
Pengerahan ini memberikan Komando Pusat AS (CENTCOM) pilihan militer yang sangat luas.
Dengan USS Tripoli, AS memiliki kemampuan untuk melakukan serangan udara mendadak, pengintaian elektronik, hingga operasi pendaratan amfibi secara simultan.
Pengerahan ini menjadi bukti nyata bahwa AS telah menyiapkan infrastruktur militer yang lengkap untuk melakukan tindakan fisik jika diplomasi atau tekanan ekonomi dianggap tidak lagi cukup. (RNS)

