Media China mempertanyakan ulah aneh pendiri Anduril AS yang skeptis terhadap J-35A: Itu seperti pertunjukan seni

Palmer Luckey bertingkah aneh di model pesawat J-35A ChinaPalmer Luckey/X

AIRSPACE REVIEW – Media Pemerintah China pada hari Jumat mengkritik ulah “aneh” pendiri Anduril Industries, Inc. dari Amerika Serikat, Palmer Luckey, di ajang Singapore Airshow 2026 di Singapura.

Luckey datang ke Singapore Airshow dan menyambangi booth Aviation Industry Corporation of China (AVIC) di mana di sana ada model skala pesawat J-35A buatan Shenyang Aircraft Corporation (SAC).

Di tempat tersebut Luckey bertingkah seperti sedang mengukur ketebalan dari sayap pesawat J-35A menggunakan pita meteran.

Ia kemudian mengunggah foto dirinya tersebut di media sosialnya di X pada tanggal 6 Februari, dengan menuliskan kalimat: “Tidak yakin J-35 China sebanding dengan yang sebenarnya.”

Unggahannya tersebut dengan cepat menarik perhatian warganet dan memicu tanggapan tajam dari Global Times yang dikelola Beijing.

Disebutkan bahwa tindakan Luckey tidak beralasan dan kurang memiliki nilai teknis.

“Mengukur model skala dengan pita ukur tidak memberikan wawasan yang berarti tentang kinerja atau karakteristik desain pesawat tempur yang sebenarnya,” tulis Global Times mengutip komentar pakar urusan militer China, Zhang Xuefeng.

“Itu lebih seperti sebuah pertunjukan seni,” lanjut Zhang, seraya menambahkan bahwa pengukuran pesawat yang akurat membutuhkan alat teknik yang tepat dan akses ke data desain rahasia.

Zang mencatat bahwa J-35A yang dipamerkan di Singapore Airshow 2026 ini adalah model skala 1:2, bukan pesawat ukuran sebenarnya.

Para komentator China juga menggunakan episode tersebut untuk mengingatkan insiden masa lalu yang melibatkan jet tempur F-35 buatan AS.

Salah satu komentar yang banyak dibagikan adalah komentar yang mengutip jatuhnya F-35C Angkatan Laut AS pada Januari 2022 ke Laut Cina Selatan.

Dengan nada sarkastik, komentar tersebut menyiratkan bahwa pesawat tempur siluman Amerika punya kemampuan menyelam.

Wang Yongqing, Kepala Ahli di Institut Desain J-35A dan Akademisi Akademi Teknik Tiongkok, mengatakan J-35A dirancang terutama untuk misi superioritas udara, dengan kemampuan serangan sekunder. Pesawat ini berfungsi untuk menyerang target udara dan permukaan di lingkungan yang diperebutkan.

Menurut Wang, J-35A dirancang untuk beroperasi di luar jangkauan deteksi pesawat tempur generasi lama dan untuk mengandalkan taktik terkoordinasi dan berbagi informasi ketika menghadapi pesawat setara.

Global Times juga mempertanyakan kewenangan Luckey untuk menilai pesawat tempur berawak, dengan mencatat bahwa Anduril berfokus pada sistem tanpa awak, sensor, dan platform otonom daripada pengembangan jet tempur.

Perusahaan Anduril didirikan oleh Luckey pada tahun 2017. Anduril telah menjadi pemasok yang berkembang untuk militer AS dan pasukan sekutu, termasuk kontrak yang terkait dengan sistem otonom dan amunisi jelajah.

Salah satu produk Anduril YFQ-44A, pesawat tempur nirawak yang memulai uji terbang untuk pertama kalinya pada 31 Oktober 2025.

Anduril juga terlibat dalam penjualan senjata ke Taiwan, yang telah menuai kritik keras dari Beijing.

Pada Januari 2025, Kementerian Perdagangan China telah memasukkan Anduril ke dalam Daftar Entitas yang Tidak Dapat Diandalkan.

Sejauh ini, Lucey tidak menanggapi berbagai komentar di akun X atas unggahan nyelenehnya tersebut.

Sejumlah pihak menyebut, Luckey memang kerap bersikap “aneh” di beberapa pameran pertahanan yang ia datangi. Jadi, hal itu bukanlah sesuatu yang mengejutkan bagi sebagian orang. Oh, begitu… Sesuatu ya… (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *